Bali Tribune, Senin 28 Mei 2018
Diposting : 16 May 2018 12:56
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
kapal
Keterangan Gambar: 
EVAKUASI - KMP SMS Swakarya hingga Selasa petang masih kandas diperairan Selat Bali. Tampak petugas SAR mengevakuasi penumpang dari atas kapal menggunakan boat.
BALI TRIBUNE - Kapal Motor Penumpang (KMP) SMS Swakarya terseret arus dan kandas lebih dari tujuh jam di perairan dekat Pura Segara Gilimanuk, Selasa (15/5). Akibatnya, seluruh penumpang terpaksa dievakuasi oleh tim SAR menggunakan boat.
 
 Sebenarnya cuaca di sekitar Pelabuhan Gilimanuk kemarin tidak terlalu buruk, dan terang serta angin tidak terlalu kencang. Namun kuatnya arus di perairan Selat Bali menyebabkan KMP SMS Swakarya yang berlayar dari dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Ketapang menuju dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk mengalami kesulitan saat hendak sandar sekitar pukul 10.30 Wita.
 
Ketika menunggu giliran sandar di jarak sekitar 1 mil dari pelabuhan, tiba-tiba kapal yang mengangkut 2 unit truk besar serta 6 unit truk tronton ini terseret arus yang sangat kuat.  Untuk mengembalikan posisi kapal agar bisa bersandar di dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk,  nahkoda kapal, Helma Five Rio beserta awak kapal berusaha melakukan berbagai upaya, namun upaya olah gerak kapal tidak berhasil.
 
Kondisi ini menyebabkan kapal yang mengangkut 8 orang termasuk sopir dan kenek truk serta  14 orang ABK tersebut kandas di perairan sebelah Timur Pura Segara Gilimanuk. Bahkan hingga pukul 18.00 Wita kapal ini masih belum bisa bergerak sehingga menjadi tontonan warga dan pengunjung objek wisata Teluk Gilimanuk.
 
Manager Usaha PT. Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero), Heru Wahyono dikonfrimasi Selasa malam membenarkan adanya kapal yang melayani penyeberangan lintas Jawa-Bali kandas di perairan Selat Bali akibat sebelumnya terseret arus kuat.
 
Menurutnya, kondisi perairan Selat Bali saat kejadian tersebut tengah terjadi arus surut air laut yang berlangsung cukup lama dan sudah biasa terjadi saat hari Tilem atau Purnama.
 
 Ia mengaku setelah kapal tersebut terseret arus, langsung berkoordinasi dengan Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sekitar pukul 12.00 Wita akhirnya para penumpang diputuskan untuk dievakuasi menuju Gilimanuk menggunakan sebuah rib oleh personel dari Pos Pertolongan dan Pencarian Jembrana. Sedangkan, 8 unit kendaraan dibiarkan berada di dalam kapal.
 
Rencananya, KMP SMS Swakarya ini baru akan kembali ke lintasannya menuju dermaga LCM Pelabuhan Gillimanuk saat air laut sudah pasang.  "Ya kemarin itu kan Tilem, biasanya arus lautnya kencang. Bahkan tadi saya dengar ada sejumlah rumah warga di Gilimanuk dihantam abrasi akibat gelombang air pasang cukup besar," tandasnya.
 
 
Sementara dikonfirmasi terpisah, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Komang Budiarsa mengatakan pihaknya mengevakuasi 16 orang yang yang ada di atas kapal tersebut ke darat sambil menunggu kapal nantinya bisa berlayar kembali.
 
Pihaknya mengerahkan sejumlah ruber boat untuk mengevakuasi para penumpang dari atas kapal.  Proses evakuasi diakuinya memakan waktu yang cukup lama lantaran kondisi perairan yang kurang mendukung.