Bali Tribune, Jumat 19 Januari 2018
Diposting : 11 January 2018 22:07
Djoko Purnomo - Bali Tribune
IODI
Keterangan Gambar: 
Made Suparmi

BALI TRIBUNE - Tiga Kategori/nomor dansa baku untuk PON Papua XX/2020 akhirnya digarap mulai akhir Januari. Lokasi pembuatan standar untuk gerakan baku tersebut akan dilakukan di Malang, Jawa Timur.

"Penggarapan ini sebagai tindak lanjut peleburan 15 kategori yang dipertandingkan di PON Papua. Dimana, dari 15 yang dipertandingkan itu, 3 di antaranya memang gerakan standar baku," ucap Sekjen PP IODI, Ni Made Suparmi di Denpasar Rabu (10/1).

Menurut Suparmi yang juga Ketum Pengprov IODI Bali itu, 3 kategori yang termasuk gerakan dansa standar baku itu, Singkronice Latin Chacha Jive, Singkronice Standard Walz Quekstep, dan Line Dancesport Solo.

 "Gerakan secara umumnya itu kita akan buat sekitar tanggal 25 hingga 26 Januari di Malang. Proses pembuatannya bersama Binpres PP IODI, Dedy Ratmoyo," terang Suparmi.

Dalam pembuatan itu, kata dia, memang merujuk dari hasil kesepakatan rapat pimpinan dan Pengprov IODI seluruh Indonesia di Sanur belum lama ini.

Pakem dan standar gerakannya sudah disepakati bersama. Untuk nanti jika sudah selesai digarap akan disosialisasikan. "Usai terwujud bentuk garapan standar baku itu, nanti Februari atau Maret akan kembali disosialisasikan, lokasinya antara Bali dan Jogja," tutur Suparmi.

Dan, dalam sosialisasi kembali dalam bentuk Workshop itu akan menghadirkan seluruh Pengprov IODI di Indonesia. Dengan begitu akan ada kesepakatan yang utuh untuk 3 kategori gerakan standar baku.

Dia berharap dengan komitmen tersebut dapat menghindari kekisruhan pada saat event berlangsung. Seperti pengalaman saat PON Jabar 2016 lalu diharapkan tidak terulang lagi. Sebab, setiap daerah kini wajib ikut di gerakan standar baku.

Sementara itu pelatih dansa Bali, Bayu Sarifudin sangat mengapresiasi ada gerakan baku masuk di 15 nomor/kategori yang dipertandingkan di PON Papua.

"Minimal ini dapat menghindari kekisruhan nantinya. Sebab, mulai gerakannya semuanya sama. Sehingga, baik pelatih, tim juri dan pengprov wajib tahu gerakan tersebut. Dan, siapa yang memang benar-benar bagus akan terlihat dengan jelas nantinya. Inilah yang kami maksudkan menghindari subjektivitas," papar Sarifudin.