Diposting : 30 January 2018 22:43
Agung Samudra - Bali Tribune
Forensik
Keterangan Gambar: 
OLAH TKP - Tim Lab Forensik Lakukan Olah TKP dikamar I Wayan Mustara alias Payah, Senin (29/1).

BALI TRIBUNE - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Denpasar mendatangi rumah I Nyoman Tunas, 68, dan Ni Nengah Bina, 68, di Banjar Tambahan Kelod, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli, Senin (29/1). Tim Labfor melakukan olah TKP, pasca isiden I Wayan Mustara, alias Payah (45) yang meracuni kedua orang tuanya yakni Pekak Tunas dan dadong Bina. 

Pantauan dilokasi,Tim Labfor yang dipimpin AKBP ngurah Wijaya Putra tiba di TKP sekitar pukul 13.15 WITA. Kedatangan Tim Lab Forensik didampingi Kapolsek Tembuku AKP I gede Sunjaya Wirya. Tampak Tim Labfor menelisik dapur tempat I Nyoman Tunas dan Ni Nengah Bina  makan. Di samping itu tim labor juga masuk ke dalam kamar  I Wayan Mustara alias Payah. Tim mengamankan barang bukti berupa nasi putih yang disimpan pada tempat nasi dari plastik serta botol Roundup atau cairan pembasmi rumput.

Kapolsek Tembuku AKP I Gede Sunjaya Wirya mengungkapkan sebelumnya pihaknya telah membawa barang bukti ke Labfor. Kemudian untuk olah TKP yang dilaksanakan saat ini guna melengkapi data yang sebelumnya. "Untuk keakuratan data, tim langsung ke TKP. Nasi dan botol roundup diamankan sebagai barang bukti," ungkapnya. 

Wadir Pelayanan RSUD Bangli I Ketut Darmaja menyampaikan bila kondisi pasien Nyoman Tunas dan Nengah Bina yang dirawat di ruang ICU RSUD Bangli kondisinya mulai berangsur membaik bibandingkan saat baru masuk RSUD Bangli dalam kondisi tidak sadar. "Kondisi pasien lebih baik dari kemarin, kedua sudah sadar," ujarnya.

Meski demikian keduanya masih harus dirawat di ruang ICU hingga kondisi benar-benar stabil. Disinggung terkait pemindahan ke ruang rawat biasa, Ketut Darmaja belum bisa memastikan kapan bisa dipindahkan. "Tergantung perkembangan kondisi pasien, bila sudah stabil tentu bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa,” jelasnya.