Diposting : 11 February 2019 16:09
habit - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Bali Tribune/pelaku curat di polres Gianyar
Bali Tribune, Gianyar-Hidup hura-hura dan pesta narkoba dari hasil kejahatan yang dilakoni tiga kawanan pembobol toko ini, akhirnya terhenti. Dua timah panas pun terpaksa disarangkan ke kaki dua pelaku laki-laki, lantaran mencoba kabur yang digrebek petugas Buser Polres Gianyar. Sementara pelaku perempuan yang masih dibawah umur diperksa secara tertutup.
 
Pengungkapan pelaku curat beranggotakan dua laki-laki dan satu perempuan ini berawal dari laporan pembobolan sebuah gudang di Blahbatuh. Namun apes bagi komplotan ini, karena salah satu pelaku yakni Usuf (25) asal Lombar yang berperan sebagai eksekutor, berhasil diidentifikasi petugas. Perburuan pelaku inipun berakhir di tempat kost pelaku di Dusun Blangsinga, Desa Saba Balhbatuh.
Dalam penangkapan itu, dua pelaku masing-masing Usuf dan rekannya Ahmad Khusairi (31) asal Banyuwangi, mencoba kabur. Kejar-kejaran pun tak terhindarkan hingga petugas terpaksa melumpuhkan kedua pelaku dengan tembakan. " Dua pelaku ini berusaha kabur, kami pun harus melumpuhkannnya namun terukur. Sementara satu pelaku lainnya yakni Mnk yang masih dibawah umur tidak ikutan kabur dan menyerah dihadapan petugas, " ungkap Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Denny Septiawan.
 
Setelah mendapat perawatan medis, ketiga pelaku pun dibawa ke mapolres untuk menjalani pemeriksaan. Hasil interogasi, pelaku ternyata tidak hanya membobol gudang. Kawanan ini juga berkasi si sejumlah tempat di wilayah Gianyar. Di Payangan, kawanan ini berhasil menuri motor dan handphone. Membobol counter celluler di Banjar Peteluan, Temesi, lanjut bobol warcel dan toko dalam satu malam di Jalan Astina Selatan Gianyar. " Dalam dua bulan terakhir, kawanan ini telah beraksi di lima TKP, " terang Septian
 
Dihadapan media, Usuf yang masih meriang kesakitan lantaran timah panas di betisnya mengakui perbuatannya. Dalam aksinya, merka memang selalu bertiga. Termasuk Mnk perempuan di bawah umur yang diakui sebagai kekasihnya. " Biasanya kami tidak berencana, sebelum beraksi. Kami biasanya minum alkhol, kadang-kadang kalo ada uang cukup minum pil. Bila sudah mabok, baru timbul niat untuk beraksi,"terang Usuf.
 
Hasil pencuriannya selama ini, selain untuk keperluan sehari-hari, diakuinya lebih banyak digunakan untuk pesta miras dan pil narkoba. Namun demkian, untuk menghindari kecurigaan, mereka tetap menjalani pekerjaannya sebagai buruh bangunan. " Siang kami kerja di proyek. Malamnya baru kami ngumpul pak. Tapi tidak meski beraksi saat kumpul. Tergantung mud dan kebutuhannya saja, " terang Usuf dianggukkan oleh rekannta Ahmad yang juga kebagian hadiah timah panas. 
 
Tidak hanya pindana penjara maksimal 7 tahun, ketiga pelaku juga dihadapkan pada tindak pidana penyakahgunaan narkoba. Terlebih, dati test urine yang dilakukan petugas, semua positif sebagai pemakai narkoba.(habit)