Diposting : 27 July 2019 18:03
Djoko Moeljono - Bali Tribune
Bali Tribune/ UJIAN -- Kadisjasad Brigjen TNI Mochammad Hasan membuka acara tradisi Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam DAN I BDM Yong Moodo Satpur dan Satbanpur jajaran Kodam IX/Udayana TA 2019 di GOR Praja Raksaka Kepaon, Denpasar, kemarin.
balitribune.co.id | Denpasar - Kondisi tingkat kemampuan Bela Diri Militer (BDM) satuan jajaran TNI AD belum merata, mengingat secara rutin TNI AD menerima tambahan prajurit baru dari hasil Dikma sesuai tingkat kemampuan hasil didik tersebut baru pada klasifikasi sabuk hijau. Sedangkan untuk memiliki kemampuan BDM yang handal minimal harus mencapai tingkatan Sabuk Hitam DAN I BDM.
 
Demikian disampaikan Kadisjasad Brigjen TNI Mochammad Hasan dalam sambutannya pada Upacara Pembukaan Tradisi Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam DAN I BDM Yong Moodo Satpur DAN Satbanpur jajaran Kodam IX/Udayana TA 2019, didampingi Kajasdam IX/Udayana Kolonel Inf Bambang Heri Tugiono, di GOR Praja Raksaka Kepaon, Denpasar, kemarin.
 
Penentuan layak tidaknya peserta ujian lulus menyandang Sabuk Hitam DAN I BDM tersebut kata Kadisjasad, ditentukan oleh Dinas Jasmani Angkatan Darat. Hal tersebut bertujuan agar hasil ujian berkualitas, dengan harapan kemampuan tersebut dapat digunakan untuk mengatasi kondisi kritis tertentu yang menuntut seorang prajurit harus melakukan suatu perkelahian.
 
“Kepada para peserta ujian, saya berpesan agar laksanakan ujian secara bersungguh-sungguh, jangan ragu dalam melakukan teknik gerakan yang sudah dipelajari. Jaga faktor keamanan serta hindari kemungkinan-kemungkinan yang dapat membahayakan dalam pelaksanaan kegiatan ujian, dan ikuti instruksi dari penguji,” saran Kadisjasad.
 
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP., didampingi Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, turut hadir mengunjungi kegiatan tersebut guna memberikan semangat kepada para peserta, agar dapat mengikuti kegiatan ujian dengan maksimal.
 
Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G, SIP., menambahkan, pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam DAN I BDM tersebut diikuti 46 peserta, terdiri dari 5 anggota Yonif Raider 900/Satya Bhakti Wirottama (SBW), 25 anggota Yonzipur 18/Yudha Karya Raksaka (YKR), DAN 16 anggota Denkav 4/ Simha Pasupati (SP), dengan 6 penguji dari Disjasad dan Jasdam IX/Udayana.
 
“Keterampilan bela diri bagi seorang prajurit adalah suatu keharusan. Sehingga latihan bela diri harus terprogram dengan baik dan benar, serta harus dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh prajurit TNI AD, baik Satpur, Satbanpur, Satbanmin maupun Balak,” kata Kapendam.
 
BDM merupakan hasil perpaduan dari berbagai macam teknik pertarungan yang didesain sedemikian rupa oleh para praktisi bela diri dunia melalui “research of martial art”. Sehingga, tercipta bela diri campuran yang memiliki teknik, baik stand-up fighting, kuncian, bantingan maupun ground fighting.
 
“Berdasarkan hal tersebut, maka bela diri yang memiliki teknik lengkap seperti ini dirasa cocok dengan karakteristik dan tuntutan tugas prajurit, yang salah satunya melakukan tugas tempur,” jelas Kapendam. (u)