Diposting : 7 April 2018 17:27
Arief Wibisono - Bali Tribune
TPID
Keterangan Gambar: 
(Kiri - Kanan) Kepala BPS Provinsi Bali Ir Adi Nugroho, Sekda Provinsi Bali Drs. Dewa Made Indra, M.Si, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana saat menggelar HLM TPID di Inna Heritage Hotel Denpasar, Kamis (5/4).

BALI TRIBUNE - Beberapa upaya dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali dalam menghadapi helatan akbar IMF WB- Annual Meeting di bulan Oktober 2018 mendatang yaitu  dengan melakukan pemantauan harga secara langsung dan tidak langsung di pasar, melakukan koordinasi kelancaran distribusi dan ketersediaan stok. Hal itu terungkap dari High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Bali yang digelar di Inna Heritage Hotel Denpasar, Kamis (5/4). HLM atau rapat kordinasi yang dihadiri seluruh TPID Kabupaten/Kota juga menggandeng instansi terkait dan pariwisata.

Seperti diketahui ada beberapa pemicu timbulnya inflasi diantaranya Administered Price (harga yang ditetapkan pemerintah), serta Volatile Food (harga pasar). Untuk meredam terjadinya gejolak maka langkah yang diambil pemerintah yaitu, himbauan kepada maskapai untuk tetap menjaga tarif angkutan pada koridor batas atas dan batas bawah serta meningkatkan kapasitas pesawat secara insidentil (penggunaan pesawat berbadan besar), himbauan kepada Angkasa Pura untuk menyiapkan kapasitas Bandara International Ngurah Rai menghadapi potensi lonjakan penumpang pada saat bersamaan (administerad price). "Sedangkan yang terkait  dengan Volatile Food upaya yang dilakukan pemerintah yaitu melalui peningkatan produksi komoditas pangan dan komoditas strategis lainnya, koordinasi TPID dengan distributor dalam upaya menjaga ketersediaan stok pangan strategis, pemantauan harga secara langsung dan tidak langsung di pasar, koordinasi kelancaran distribusi khususnya distribusi komoditas pangan, menjajaki kemungkinan pelaksanaan kerjasama antar daerah untuk memenuhi lonjakan kebutuhan pangan strategis, koordinasi dengan TNI-Polri/Satgas pangan untuk mengantisipasi tindakan penimbunan atau kecurangan dalam penyediaan stok komoditas pangan strategis," begitu disampaikan Wakil Ketua TPID Provinsi Bali, Causa Iman Karana yang juga Kepala KPw BI Bali.

Sedangkan dari sisi lain Sekda Provinsi Bali Drs. Dewa Made Indra, M.Si mewakili pemerintah Provinsi Bali selaku Ketua TPID pun menambahkan penguatan TPID perlu dilakukan dalam menjamin kesejahteraan masyarakat juga jelang IMF WB Annual Meeting. "Penguatan TPID bisa dilakukan melalui kelembagaannya, tata laksana kerjanya, serta  program program kerjanya," sebut Sekda.

Ia juga menyebutkan dalam pertemuan kali ini dibahas pula prakiraan ancaman serta bagaimana solusinya juga penanganan inflasi dari hulu ke hilir. "Caranya atau skemanya penanganannya adalah bagaimana mengamankan stok pangan melalui saluran distribusi  yang lancar," katanya sembari menambahkan melalui management stok diatur suplai dan demand. "Harus ada pengendalian stok yang terukur," tukasnya.