Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tradisi Perang Tipat di Badung, Turispun Ikut Saling Lempar

Perang
Tradisi Perang Tipat di Badung

BALI TRIBUNE - Sebuah tradisi yang tidak kalah mengundang kehadiran wisatawan asing untuk datang menyaksikan di Bali, salah satunya Tradisi Perang Tipat diadakan Desa Kapal, Mengwi, Badung.

Tradisi ini sebagai wujud bentuk rasa terima kasih kepada Sang Hyang Widhi atas kemakmuran yang berlimpah ruah. Tradisi ini biasanya digelar di depan Pura Desa lan Puseh Desa setempat, setiap perayaan di pura tersebut yang digelar setiap tahunnya.

Keunikan tradisi ini, sejumlah pemuda dan orang tua serta anak-anak yang terbagi dalam dua kelompok berlawanan saling lempar. Benda yang digunakan untuk melempar adalah ketupat bantal yang dibuat dari janur daun kelapa.

Menurut warga setempat perang ini dikenal dengan Upacara Aci Tabuh Rah Pengangon atau yang sering dikenal dengan nama siat tipat bantal/perang ketupat. Penamaan perang ini 'siat tipat bantal' karena senjata yang digunakan warga adalah ketupat (ketupat dari beras) dan bantal (ketupat dari beras ketan).

Proses siat tipat bantal diawali dengan sembahyang bersama di Pura Desa lan Puseh Kapal. Kemudian, setelah diperciki tirta, ratusan warga kemudian terbagi dalam dua blok menuju depan Pura Desa. Nah, sesampai di depan pura inilah perang dimulai dengan iringan gambelan yang bertalu-talu. Ribuan 'tipat bantal' dilempar kearah musuh secara brutal. Tak sedikit perserta terkena tipat hingga makanan yang terbungkus dari janur kelapa itu hancur.

Mekipun upacara ini terlihat seperti adanya kerusuhan, namun sedikitpun tidak unsur kekerasan didalamnya. Begitu meriahnya tradisi ini hingga sejumlah turis yang menyaksikan diajak ikut untuk memberikan kemeriahan saling lempar ketupat. 

Ketut Sudarsana selaku Bendesa Adat Kapal menjelaskan upacara Siat Tupat yang digelar beberap waktu lalu memang dilakukan setiap tahun secara turun temurun dan harus dilaksanakan oleh seluruh krama Desa Adat Kapal. "Pelaksanaan upacara ini tak lain bertujuan untuk memohon kesejahteraan bagi seluruh krama Desa Adat Kapal," ujarnya.
Dijelaskan pula kalimat Aci Tabuh Rah Pengangon ini memiliki makna, seperti Aci berarti persembahan, Tabuh berarti mengumandangkan, Rah berarti tenaga, dan Pengangon berarti nama lain daripada Shang Hyang Siwa. Arti dari kalimat tersebut adalah aci persembahan atau wujud syukur kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa dalam wujudnya sebagai Siwa.

Dia juga menuturkan, bahwa upacara ini mulai dilaksanakan sejak tahun 1339 silam. Saat itu, kedatangan Patih Raja Bali Dinasti Singhasari terakhir yakni Ki Kebo Waruya, beliau menerimana mandate dari Raja Bali yang bernama Asta Sura Ratna Bumi Banten untuk menerenovasi Pura Purusada di Desa Kapal.

Nah, setibanya di Desa Adat Kapal beliau tergerak hatinya karena melihat kondisi desa yang mengalami musim paceklik. Melihat kondisi tersebut, beliau pun kemudian memohon kehadapan Ida Bhatara yang berstana di Candi Rara Pura Purusada agar berkenan melimpahkan waranugra atau anugerah.“Setelah memohon hal tersebut, beliau diberikan petunjutk agar melakukan upacara Aci yang dipersembahkan kepada Bhatara Siwa dengan menggunakan sarana tipat dan bantal,” tuturnya.

wartawan
Made Ari Wirasdipta

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Bangli Teguhkan Komitmen Pelayanan Publik

balitribune.co.id | Bangli - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli untuk meneguhkan komitmen pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Perkuat Semangat Vasudhaiva Kutumbakam, Denpasar Maknai Hari Kesaktian Pancasila 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momen krusial untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan seluruh elemen masyarakat. Berlandaskan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", nilai-nilai luhur Pancasila dinilai senantiasa menjadi fondasi kokoh dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah berbagai dinamika zaman.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

balitribune.co.id | Semarapura - Penyakit jantung menempati penyakit kronis dengan biaya termahal yang dijamin BPJS Kesehatan. Tercatat sepanjang 2015-2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk membiayai 172,3 juta kasus penyakit jantung. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menuturkan, penyakit jantung mengalami peningkatan jumlah kasus dan biaya yang signifikan dalam waktu satu dekade.

Baca Selengkapnya icon click

Gagal Lakukan Perbaikan, OJK Resmi Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Credit Saison Indonesia Finance (PT CSIF) di Cyber 2 Tower Lantai 29, Jakarta Selatan. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-57/D.06/2026 tertanggal 24 September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Jembrana Telusuri Temuan Limbah B3 di Pinggir Jalan Dekat RSU Negara

balitribune.co.id | Negara - Temuan limbah medis yang diduga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di pinggir Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di sebelah selatan Rumah Sakit Umum (RSU) Negara, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, masih dalam penelusuran.

Baca Selengkapnya icon click

Pemasangan Pompa di Estuary Rampung, PDAM Badung Mulai Distribusi Air ke Kuta Selatan

balitribune.co.id | Mangupura - Kabar baik bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung. Pompa berkapasitas 800 kilowatt (kW) di Sistem 4 Estuary yang sebelumnya mengalami kerusakan kini sudah selesai dipasang. Pemasangan pompa jumbo tersebut rampung pada Rabu (30/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.