Diposting : 3 October 2016 10:05
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
penipuan uang
Keterangan Gambar: 
Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Negara, Bali Tribune

Ditangkapnya Dimas Kanjeng Taat Pribadi di padepokannya di Probolinggo, Jawa Timur oleh Polda Jawa Timur, beberapa waktu lalu ternyata juga membuat heboh di Bumi Makepung Jembrana.

Seiring pemberitaan di media, kini juga terungkap informasi mengenai tujuh warga Jembrana telah menjadi korban penipuan oleh ahli penggandaan uang secara gaib tersebut.

Dari informasi yang dihimpun Minggu (2/9), santer disebut ketujuh warga korban penipuan itu merupakan warga pesisir Desa Pengambengan, Negara. Bahkan, total kerugian yang dialami para nelayan ini diketahui sudah mencapai miliaran rupiah.

Perbekel Pengambengan Samsul Anam, dikonfirmasi kemarin sore mengatakan, sepengetahuan dirinya, memang ada tujuh warganya menjadi korban penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Tetapi pihaknya sangat menyayangkan ketujuh warganya yang menjadi korban penipuan itu, sampai saat ini belum berani terbuka dan belum ada yang melapor baik ke desa maupun ke pihak kepolisian. “Kami masih kesulitan mendata termasuk juga kerugian materi yang dialami ketujuh warga kami itu,” ujar Samsul Anam.

Ia mendorong dan mengimbau agar warganya yang menjadi korban mau terbuka dan tidak perlu malu melapor kepada aparat desa setempat. Ia berjanji akan membantu meneruskannya kepada pihak kepolisian sehingga segera bisa ditindaklanjuti.

Dengan tidak adanya laporan secara resmi kepada pihaknya, ia pun enggan menyebutkan nama-nama warganya yang menjadi korban penipuan itu terlebih ia mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas warga-warganya itu.

Tetapi ia memastikan dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti oleh perangkat desa dan banjar setempat memang benar diketahui saat ini baru ada tujuh orang warganya yang menjadi korban.

Pihaknya berencana akan melakukan pengecekan secara langsung siapa saja warganya yang telah tertipu oleh pemilik padepokan yang kini terjerat kasus pembunuhan terhadap dua santrinya itu.

Pihaknya juga akan memberikan pengertian kepada warganya, sehingga bersedia terbuka kepada aparat desa setempat termasuk juga jika ada warga lain yang menjadi korban penipuan tetapi belum terungkap ke permukaan.

Kapolsek Kota Negara, AKP Erson Juanda yang dikonfirmasi kemarin, juga mengaku belum menerima laporan secara resmi terkait ketujuh warga yang menjadi korban penipuan itu. Begitu pula belum ada laporan dari Bhabinkamtibmas setempat mengenai hal itu. Namun diakuinya, hingga saat ini pihaknya masih memonitor informasi yang berkembang di kalangan masyarakat tersebut.