Bali Tribune, Sabtu 18 November 2017
Diposting : 14 November 2017 20:48
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
sekolah
Keterangan Gambar: 
BUS SEKOLAH - Sejumlah siswa menikmati uji coba layanan bus sekolah gratis yang disediakan pemerintah Kota Denpasar, Senin (13/11).

BALI TRIBUNE - Pemerintah Kota Denpasar mulai melakukan uji coba pelayanan Bus Sekolah Gratis, Senin (13/11). Namun pada pelaksanaan uji coba hari pertama ini, ternyata belum sepenuhnya berjalan maksimal. Pasalnya, dari 291 siswa yang telah mendaftar untuk layanan bus sekolah ini, ternyata yang baru berhasil terlayani hanya sebanyak 148 siswa.

Kepala UPT Pelayanan Transportasi Darat Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Dewa Ketut Adi Pradnyana mengatakan, program bus Sekolah yang diberikan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perhubungan Kota Denpasar, meskipun baru  pertama kali uji coba namun berjalan cukup lancar.

Menurutnya, uji coba bus sekolah hari pertama dilakukan lebih awal, mengingat pada hari Senin semua siswa mengikuti upacara bendera di sekolah masing-masing. Hal ini mengakibatkan pukul 05.50 Wita bus sekolah sudah bergerak menuju tempat menunggu (drop zone). 

"Uji coba bus sekolah ini dilakukan 6 rute sesuai dengan yang telah ditentukan. Satu bus itu anak-anak yang numpang sekolahnya berbeda-beda," ujarnya.

Meski berjalan lancar, namun pihaknya tak menampik bahwa pelaksanaan hari pertama uji coba bus sekolah masih mengalami kendala, salah satunya yakni sinkronisasi waktu dengan orang tua. "Orang tua itu harus berpartisipasi mengantar anak-anaknya ke tempat menunggu bus lebih awal. Mengingat hari pertama ini waktu yang telah disepakati masih ada sedikit yang molor," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengakui belum optimalnya pelaksanaan bus sekolah ini. Diakui belum sepenuhnya siswa yang telah mendaftar, memanfaatkan bus sekolah ini. Dari 291 orang penumpang yang telah mendaftar, baru 148  orang penumpang yang diangkut. ‘’Hari ini kita mengangkut 148 orang penumpang,  dari total keseluruhan sebanyak 291 orang penumpang,’’ujarnya.

Kendala lainnya masih adanya gangguan jaringan, dan juga kemacetan. Meskipun demikian Dewa Adi mengaku  pihaknya akan terus melakukan penyempurnaan, agar bisa mengantar anak-anak tempat waktu ke sekolah, bahkan ada yang lebih awal sampai di sekolah.

Sementara salah satu siswa penumpang bus sekolah, Ajeng Maheswari, mengaku cukup menikmati menggunakan bus sekolah ini. Ia mengaku dengan memanfaatkan bus sekolah dapat berinteraksi dengan teman-teman lain sekolah. Bahkan menggunakan bus sekolah bisa sambil mengerjakan PR sekolah. “Kami menikmati bus sekolah gratis ini,” ujarnya.

Sementara  salah satu orang tua siswa Eka Jaya mengaku dengan adanya bus sekolah ini cukup membantu dalam hal mengantarkan putra dan putrinya ke sekolah dan pulang dengan selamat dan tempat waktu. ‘’Kami harapkan  kedepan dapat ditingkatkan lebih baik lagi, sehingga layanan bus sekolah bisa diterapkan di seluruh kecamatan yang ada di Denpasar,’’ harapnya.