Diposting : 28 October 2017 12:21
Redaksi - Bali Tribune
Kemenkumham
TERIMA - Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri menerima kunjungan Kapala Kanwil Kemenkumham Bali di Posko Tanah Ampo, Jumat (27/10).

BALI TRIBUNE - Karangasem IGA Mas Sumatri, Jumat (27/10), menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Bali Maryoto Sumadi bersama Kepala Kantor Imigrasi dan Kepala Lapas Rutan se-Bali, serta Pimpinan Tinggi Pratama, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ibu- ibu Pengayoman, Ibu-ibu Imigrasi dan Ibu-ibu Pemasyarakatan, di Posko Induk Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Maryoto Sumadi menjelaskan, kedatangannya bersama rombongan sebagai wujud kepedulian akan sesama terkait kondisi darurat bencana erupsi Gunung Agung yang dialami Kabupaten Karangasem. Serta dalam rangka sambut HUT Kementrian Hukum dan HAM yang jatuh pada tanggal 30 Oktober 2017 yang akan datang. Rombongan Kanwil Kemenkum HAM menyerahkan secara langsung bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 41 juta, dan logistik seperti mie, susu, pampers, beras, roti sikat gigi, pasta gigi dan sabun yang diterima secara sombolis oleh Bupati Mas Sumatri didampingi Staf BPKAD Karangasem.

“Kami merasa prihatin dengan kondisi yang tengah terjadi di Karangasem, untuk itu kami bersama jajaran ingin berbagi untuk masyarakat di Karangasem. Dan ini memrupakan intruksi dari pusat agar kegiatan Hut Kemenkumham dilaksanakan dengan kegiatan bakti sosial,” ujar Maryoto Sumadi.

Bupati KarangasemIGA Mas Sumatri, atas nama pemerintah dan masyarakat Karangasem menyampaikan terima kasih atas segala kepedulian dan bantuan yang diberikan untuk para pengungsi. “Kami mengucapkan terimakasih atas rasa kepedulian dan bantuan yang telah diberikan untuk membantu masyarakat kami. Dari Tanggal 22 September,  masyarakat kami berada dipengungsian,” ungkap Bupati, sembari mengajak semua pihak untuk sama-sama mendoakan agar semua ini cepat berlalu dan kondisi Karangasem kembali normal seperti dulu.

“Banyak kalangan yang mempertanyakan kapan Gunung Agung akan meletus? Terkait ini kami tidak bisa menjawab karena yang menentukan adalah PVMBG,” sebutnya. Namun pihaknya mengaku sudah memikirkan terkait dampak kedepannya jika terjadi erupsi. Untuk itu pihaknya juga memohon bantuan pemikiran dari berbagai kalangan guna mencari jalan keluarnya.