Diposting : 18 August 2017 21:19
Agung Samudra - Bali Tribune
Prokramasi
DUDUK – Para ASN di Bangli duduk di pinggir lapangan saat upacara Detik-detik Prokramasi HUT ke-72 RI masih berlangsung, Kamis (17/8).

BALI TRIBUNE - Upacara Detik-detik Proklamasi memperingati HUT ke-72 RI, di Lapangan Kapten Muditha Bangli, Kamis (17/8), diikuti oleh  siswa SD, SMP, SMA, guru, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN). Bertindak sebagai Inspektur Upacara Wakil Bupati  Bangli Sang Nyoman  Sedana Artha. Upacara berjalan aman dan lancar, namun ditandai dengan  tumbangnya puluhan peserta, dan  aksi tak pantas yang dilakukan puluhan ASN keluar dari barisan untuk berteduh di pinggir lapangan saat upacara sedang berlangsung.

Pantauan Bali Tribune, upacara dimulai pukul 10.00 Wita, dan baru beberapa menit berlangsung sejumlah peserta  upacara pada bertumbangan. Beberapa petugas  kesehatan yang beranggotakan dari Dinas Kesehatan, sukarelawan  PMI, Puskesmas  harus bolak balik mengangkat perserta upacara yang tumbang, menggunakan tandu ke pinggir lapangan sebelah timur. Peserta upacara semakin berkurang  ketika puluhan siswa SD, keluar dari barisan karena kebelit buang air kecil.

Puncaknya  ketika  pembacaan pemberian penghargaan  Satya Lencana Nugraha tanap dikomando  tiba-tiba saja puluhan  ASN juga ikut izin menuju ke pinggir lapangan dengan keluhan sakit. Namun anehnya, sakit itu terjadi secara serempak. Beberapa dari mereka ada yang benar-benar tampak pucat dan harus mendapat pertolongan dari petugas kesehatan. Namun beberapa yang lain tampak sumringah setelah duduk di pinggir lapangan. Anehnya lagi, ketika duduk di pinggir lapangan, ada ASN yang selfi dan ada pula yang duduk santai sambil merokok.  Sementara  beberapa ASN  yang  masih tetap bertahan di barisan peserta upacara, tidak sedikit  mereka jongkok.

Melihat puluhan ASN keluar dari barisan peserta upacara, langsung  ditegur oleh pihak Sat Pol PP. Namun  alasan mereka mendahului keluar dari barisan peserta upacara karena sakit. Mungkin karena saking mangkelnya  Kasi Ops Pol PP Ngakan  Astawa meminta agar  ASN yang mengaku sakit  untuk  merapat ke  pos kesehatan.

Ditemui  Sat Pol PP dan Damkar Bangli Ngakan Ketut Astawa mengatakan pihaknya sempat menegur para pegawai yang berbondong-bondong ke pinggir lapangan. Namun ketika ditegur, mereka justru marah.  Kata pria asal Banjar Belumbang ini, apa yang dilakukanya itu adalah sebagai bentuk penjabaran dari intruksi Wakil Bupati melalui Sekertaris Pol PP dan Damkar  yakni  petugas Pol PP diperintahkan untuk  melakukan pengawasan  serangkian upacara HUT RI. ”Intruksinya dilarang peserta upcara meninggalkan  lokasi upcara sebelum upacara selesai, kecuali sakit,” ujar Ngakan Astawa dengan alasan sakit yang dilontarkan ASN, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak. 

Dia juga mengaku sempat mendapati ASN yang semula mengaku sakit, justru ketika sampai di pinggir lapangan mereka malah selfie. "Ada juga  sampai di pinggir lapangan malah selfie, ketika ditegur, alasannya hanya ngecek HP," kata Ngakan Astawan.

Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar, Dewa Agung Putra Suryadarma mengatakan, sesuai dengan arahan dari Wakil Bupati Bangli, pihaknya diminta untuk mengamankan jalannya upacara serta melarang peserta upacara meninggalkan lapangan sebelum upacara selesai. Tujuannya tidak lain adalah untuk mendisiplinkan para ASN.

Staf Pelayanan Dasar Dinas Kesehatan, Bangli  Patri Yasadi mengatakan, tim kesehatan yang bertugas  berasal dari sukarelawan PMI, Diskes, Puskesmas  Bangli. Dia mengatakan  mereka yang tumbang  saat  mengikuti upacara dikarena kondisi fisiknya lemah. Namun demikian dari puluhan perserta  yang sempat ditangani  kondisinya sudah membaik. “Kita juga menyiapkan ambulance, kalau  dirasa perlu pertolongan tambahan langsung kita kirim ke rumah sakit,” sebutnya.