Diposting : 28 August 2017 17:50
release - Bali Tribune
PALEBON
Keterangan Gambar: 
PALEBON - Perjalanan bade menuju setra adat, Palebon Almarhum I Gusti Lanang Rai, Minggu (27/8).

BALI TRIBUNE - Ribuan warga, kerabat dan sahabat, menghadiri upacara Palebon Almarhum I Gusti Lanang Rai, Wakil Bupati Karangasem periode 2005-2010, yang digelar Minggu (27/8), di setra adat setempat. Isak tangis dari keluarga mewarnai pelepasan jenazah almarhum dari rumah duka menuju setra, penghormatan ala militer digelar oleh anggota Pemuda Panca Marga (P2M) untuk melepas jenazah almarhum karena selama ini almarhum dikenal sebagai Pembina P2M.

Beberapa hari sebelum upacara Palebon digelar, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama sejumlah anggota OPD datang melayat kerumah duka untuk membesarkan hati istri serta keluarga almarhum. Berbincang dengan Bupati, istri almarhum I Gusti Tirta (Nyonya Lanang Rai) nampak tegar dan tabah, dimana Nyonya Lanang Rai banyak menceritakan tentang kegiatan dan aktifitas almarhum setelah tidak lagi menjabat sebagai Wakil Bupati hingga almarhum menghembuskan nafas terakhirnya.

I Gusti Lanang Rai menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (15/8) dinihari lalu di Puskesmas Selat setelah sempat mendapatkan perawatan dari Tim Medis Puskesmas. Sebelumnya almarhum sudah merencanakan untuk mengikuti apel pelepasan pasukan pelacakan rute perjuangan I Gusti Ngurah Rai yang merupakan rangkaian perayaan HUT RI ke 72, namun malam harinya mengeluh lemas dan sesak nafas. Almarhum dilarikan oleh keluarganya ke Puskesmas Selat sebelum kemudian meninggal dunia.

Sementara itu, sejumlah pejabat hadir dalam upacara pelepasan dan palebon almarhum, diantaranya Wagub Bali I Ketut Sudikerta, Mantan Pangdam IX Udayana Wisnu Bawa Tanaya, anggota DPR-RI AA Gede Mahendra, serta sejumlah tokoh Bali lainnya. Wagub Sudikerta dalam upacara palebon kemarin ikut mengusung jenazah almarhum saat akan diletakkan di bade.

“Upacara pelepasan dilakukan dua kali oleh anggota P2M, upacara pelepasan di rumah dan di setra,” ungkap IGAA Kendran Wahyuni, salah satu putri almarhum kepada koran ini kemarin, sembari menyebutkan jika seluruh keluarga dan kerabat hadir dalam upacara palebonan ini.

Ribuan warga berjalan mengarak bade dari rumah duka menuju setra sejauh empat kilometer, dimana berdiri di atas bade yakni I Gst Lanang Bayu Wibeseka, putra almarhum. Abu dari pembakaran jenazah almarhum selanjutnya akan dilarung ke tengah laut dalam upacara Nganyud di Pantai Jasri, Karangasem.