Bali Tribune, Sabtu 26 Mei 2018
Diposting : 2 August 2016 15:58
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Demo
Keterangan Gambar: 
I Nyoman Sutengsu Kusumayasa

Negara, Bali Tribune

Gaji pekerja eks Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Bali yang kini berkerja PT Citra Indah Praya Lestari (CIPL) kembali bermasalah. Kini sebanyak 125 orang pekerja bahkan belum menerima gaji hingga bulan Agustus. Kondisi gaji karyawan yang pembayarannya sering tersendat ini diduga disebabkan kuangan PT CIPL sebagai pengelola yang mengotrak tanah perkebunan Pekutatan milik Perusda Bali ini saat ini terpuruk.

Sebelumnya, permasalahan keterlambatan pembayaran upah ini sempat dimediasi oleh DPRD Kabupaten Jembrana dan diselesaikan secara perlahan pada bulan Mei lalu, namun persoalan nafkah pekerja perusahaan karet ini kembali timbul dan berlanjut setelah upah selama dua bulan terkahir ini belum dibayarkan pihak perusahaan.

Bahkan kini pekerja yang sudah merasa kecewa sejak diambil alih dari Perusda Bali oleh PT CIPL pada tahun 2007 lalu ini mengancam akan melakukan demo. Ketua Komisi B DPRD Jembrana, I Nyoman Sutengsu Kesumayasa, ditemui Senin (1/8) membenarkan karyawan perkebunan karet itu sempat mengadu kepada dewan.

Sekitar bulan Mei lalu, karena gaji karyawan sempat tidak dibayarkan, saat itu pihaknya sudah menyampaikannya kepada Perusda Bali. Politisi PDIP asal Pekutatan ini meminta Perusda Bali harus segera menyelesaikan dengan pihak PT CIPL agar tidak sampai ada permasalahan seperti ini terjadi pada karyawan.

Selain itu, perusda Bali sebagai pihak yang berwenang segera menyelesaikan permasalahan kontrak lahan yang belum terpenuhi yang luasnya sekitar setengah dari luas perkebunan tersebut. Pihaknya sangat berharap agar pihak perusda Bali yang membawahi seluruh karyawan agar segera menyikapi hal ini terutama kewajiban pihak PT CIPL terhadap para karyawan agar terpenuhi. Seharusnya karyawan tidak sampai ribut hanya karena disebabkan belum menerima gaji.

Sementara pihak PT Citra Indah Prayasa (CIPL), Nanang saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan pihak perusahaan sudah melakukan mediasi dan mengaku akan segera membayarakan gaji para keryawan. Menurutnya gaji akan segera dibayar dalam minggu ini. Bahkan ia menganggap karyawan yang mengadu itu belum mengetahui informasi. Terkait sejumlah lahan yang masih kosong dan hingga kini belum ditanami, ia mengatakan urusan itu adalah urusan antara pihak perusahaannya dengan pihak Perusda Bali.