Bali Tribune, Rabu 25 April 2018
Diposting : 17 October 2017 20:15
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Bayu Syarifudin
Keterangan Gambar: 
Bayu Syarifudin

BALI TRIBUNE - Tim dansa Bali siap menurunkan pedansa terbaiknya dalam ajang Kejurnas Umum Dance Sport 2017 yang berlangsung 28 Oktober mendatang di Makassar, Sulawesi Selatan. Event ini menjadi perhatian serius Pengprov Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Bali mengingat kejuaraan itu dipakai sebagai pengumpulan poin untuk PON 2020.

Salah satu pelatih tim dansa Bali D. Bayu Sarifudin saat ditemui di KONI Bali, Senin (16/10) mengatakan, Bali menargetkan 5 keping emas di kejurnas nanti. Peluang itu dirasa sangat realistis bagi pihak IODI Bali.

"Pedansa yang kami kirim adalah juara Porprov Bali 2017 lalu. Yang jelas, Bali mengutus lebih dari 40 pedansa putra dan putri di berbagai kategori," ujar Bayu.

Adapun kategori yang dipertandingkan nanti disebutkan ada 10, diantaranya ada pre-amateur, rising star, amateur, FFA latin dan standar serta sinkronaise. "Peluang emas itu cukup terbuka, karena satu pedansa minimal bisa turun di dua kategori," ungkapnya.

Mengingat event ini dijadikan ajang pengumpulan poin pertama menuju PON 2020 mendatang, sudah tentu persiapan matang sudah dilakukan IODI Bali. Baik itu latihan, penempaan fisik dan penguasaan teknik di berbagai kategori.

Tak lupa, pihaknya juga mewaspadai kekuatan rival dari provinsi lainnya. Kata Bayu, provinsi yang patut diwaspadai adalah Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur serta tuan rumah Sulawesi Selatan.

"Yang paling berbahaya itu kan Yogyakarta. Selama ini, provinsi itu menjadi kiblat atau barometer perkembangan olahraga dance sport di Indonesia. Tapi Bali tidak akan pesimis dan siap memberikan hasil terbaik," tegasnya.

Ditambahkannya pula, sehari menjeleng kejuaraan, digelar rapat kerja nasional (rakernas) untuk membahas event lainnya yang menjadi pengumpulan poin untuk perjalanan PON 2020. Mengingat, Kejurnas Umum Dance Sport 2017 adalah program atau agenda pertama dari PB IODI untuk urusan pengumpulan poin.

Ditambahkannya, setelah mendapat poin yang ditentukan dari berbagai event nantinya, barulah bisa mengikuti ajang Pra-PON.

"Jadi PB IODI memberikan informasi jika provinsi yang tidak ikuti dua agenda dari pusat otomatis tidak bisa ikuti Pra-PON. Inilah nanti digodok dalam rakernas, event-event apa saja yang wajib diikuti oleh pengurus provinsi di Indonesia," tandas Bayu yang juga duduk di kepengurusan PB IODI ini.