Bali Tribune, Minggu 22 April 2018
Diposting : 27 March 2018 13:13
I Made Darna - Bali Tribune
rabies
Keterangan Gambar: 
Pemberian vaksin untuk binatang peliharaan terus dilakukan di Badung.
BALI TRIBUNE - Pemkab Badung terus gencar melakukan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) secara massal. Tahun lalu telah menyasar 97 ribu ekor HPR yang tervaksin dan tahun ini ditarget 100 ribu ekor lebih. Karena ini termasuk estimasi kelahiran yang baru dari hewan tersebut.
 
“Vaksinasi rabies massal terus berlanjut. Tahun ini kita targetkan seratus ribu HPR tervaksin,” ujar I Gede Asrama selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Senin (26/3).
 
Untuk kasus rabies sendiri, Asrama menyebut, jumlahnya cenderung menurun dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015 ditemukan 15 kasus rabies, kemudian pada tahun 2016 tercatat ada 14 kasus, tahun 2017 kasus menurun hanya sembilan kasus. Tahun 2018 sementara kasus masih nihil.
 
“Kasus rabies tahun 2018 ini nihil, tetapi program vaksinasi massal terus jalan. Vaksinasi ini untuk mengantisipasi terjadinya penularan rabies baik dari hewan ke hewan maupun dari hewan ke manusia,” katanya.
 
Pihaknya bahkan mengaku sudah membuat perencanaan untuk jadwal vaksinasi rabies di seluruh Badung. Sedikitnya sudah ada 18 tim akan turun melakukan vaksinasi. “Ada 18 tim sudah siap turun ke lapangan,” tegas Asrama.
 
Mengenai jadwal pihaknya telah menyusun jadwal bersama Pemerintah Provinsi Bali. Direncanakan awal April 2018 ini tim sudah bergerak untuk melakukan vaksinasi massal. Untuk desa yang disasar ini rencananya melanjutkan vaksinasi desa yang menjadi priortas. Yakni diawali di Desa Jagapati, Abiansemal, Badung. Sebab tahun lalu di desa tersebut didapati anjing yang positif rabies. “Mengacu dari data tahun lalu, kami rencananya mengawali vaksinasi dari desa Jagapati, dilanjutkan ke desa lainnya di seluruh Kabupaten Badung, ” terangnya.
 
Mengenai anggaran vaksinasi massal ini, Asrama menerangkan anggaran vaksinasi ini sharing antara Pemerintah Pusat, Provinsi Bali dan Pemkab Badung.  Badung sendiri menganggarkan anggaran untuk 32 ribu ekor vaksin dan sisanya ditalangi oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi Bali. “Dana vaksinasi itu sharing. Ada  bantuan pusat, Provinsi, dan Pemkab Badung. Kami di Badung ada dana dari APBD dianggarkan Rp 1,5 miliar,” pungkas Asrama.