Diposting : 7 November 2018 22:47
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
VOVINAM – Tim vovinam Vietnam keluar sebagai juara umum kejuaraan vovinam Asia ke-4 di Tabanan. Sedangkan Indonesia harus puas di posisi keempat.
BALI TRIBUNE - Tim vovinam Vietnam keluar sebagai juara umum Kejuaraan Vovinam Asia IV setelah meraih 13 emas, 11 perak, dan 1 perungu. Peringkat kedua diduduki Kamboja dengan 11 emas, 11 perak dan 10 perunggu, dan ketiga direbut Myanmar dengan 3 emas, 2 perak dan 4 perunggu.
 
Pada kejuaraan yang berakhir kemarin itu, tim Indonesia harus puas di urutan keempat dengan 2 emas, 5 perak dan 19 perunggu. Atlet Indonesia yang meraih medali emas yaitu I Gusti Agung Ngurah Suardyana (kelas Long Ho Quyen Nam) dan Gusti Ayu Manik Trisna Dewi Wetan (Kelas Song dao pap).
 
Gelaran ini sukses dilaksanakan dan KONI Tabanan membuktikan kepercayaan Presiden Asia Vovinam Federation Mr. Mohammad Nouhi sebagai penyelenggara. Kegiatan ini mendapat dukungan sejumlah pejabat seperti Gubernur Bali, Polda Bali, Bupati dan Wakil Bupati Tabanan, DPRD Bali, Dispora Bali, KONI Bali, DPDR Tabanan serta instansi lain.
 
Sebelumnya, Ketua Panitia I Dewa Gede Ary Wirawan yang juga Ketua KONI Tabanan mengatakan, salah satu alasan Tabanan dipercaya sebagai tuan rumah karena hampir 7 tahun terakhir atlet vovinam Tabanan kerap mewakili Indonesia di kejuaraan Asia.
 
Vovinam, kata dia, merupakan olahraga beladiri yang menampilkan keindahan gerak berasal dari Vietnam yang kini sebarannya sudah ada di 42 negara di 4 benua kecuali Afrika. Di Bali olahraga ini pertama kali diperkenalkan di Yayasan  Dwijendra  Denpasar dan ditampilkan pertama kali di GOR Lila Bhuana pada 15 Maret 2015.
 
“Aktifnya komunikasi Ketua KONI Tabanan, pengurus dan atlet vovinam Tabanan merupakan salah satu alasan kuat mengapa Tabanan dipercaya sebagai tuan rumah kejuaraan ini. Sebelumnya kejuaraan yang sama pertama kali digelar di Vietnam, disusul di Kamboja dan ketiga di India,” pungkasnya.
 
Sekjen Federasi Vovinam Indonesia I Nyoman Yamadhiputra mengatakan ada beberapa nilai strategis yang bisa diambil sebagai tuan rumah antara lain sebagai role model penyelenggaraan dan role model prestasi olahraga tingkat dunia serta ajang promosi pariwisata dimana olahraga bisa menjadi destinasi pariwisata (sport tourism), sehingga bisa ikut mendukung upaya Kabupaten Tabanan dan Bali dalam mempromosikan potensi pariwisata.
 
Apa yang disampaikan Yamadhiputra pun terbukti karena sejak awal rencana penyelenggaraan kejuaraan ini di GOR Debes Tabanan tanggl 2-7 November 2018 mendapat sambutan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya.