Diposting : 24 July 2018 08:46
Bernad MB - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
TERBAKAR – Villa Blue Point di Uluwatu yang terbakar kemarin. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
BALI TRIBUNE - Si jago merah kembali mengamuk. Villa Blue Point di Uluwatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Senin  (23/7) siang hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
 
Kapolsek Kuta Selatan, Kompol Nengah Patrem, SH mengatakan, api berawal dari bangunan milik Villa Ocean One. Akibat angin kencang, api dengan cepat merambat ke Villa Blue Point yang berada di sampingnya. Akibatnya, puluhan bangunan yang berada di Villa Blue Point habis terbakar dalam waktu satu jam. "Dugaan awal, api muncul dari selang untuk pengelasan. Karena di Villa Ocean One saat ini masih dalam proyek," ungkapnya.
 
Proyek pembangunan Ocean One, saat ini sudah hampir 90 persen. Dan rencananya tanggal 28 Juli ini akan dilakukan upacara pemelaspasan. Bangunan Ocean One ini nanti rencananya dijadikan lokasi kegiatan wedding. Rencananya pada hari ini, Selasa (24/7), tim dari identifikasi dan Labfor akan melakukan pengecekan di TKP. "Besok (hari ini,red) tim Identifikasi dan Labfor akan melakukan olah TKP di lokasi," tuturnya.
 
Sementara menurut keterangan Gede Wardana, salah seorang security Blue Point, kebakaran berawal dari proyek pembangunan di sebelah vila tersebut pukul 14.00 Wita. Beruntung saat terjadi kebakaran, seluruh wisatawan yang menginap di sana tidak berada di vila. "Semua barang-barang milik wisatawan yang ada di kamar dikeluarkan oleh karyawan. Namun ada beberapa kamar yang masih terkunci, sehingga tidak bisa diselamatkan barangnya," terangnya.
 
Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Badung, I Wayan Wirya mengatakan, sebanyak 14 armada diturunkan untuk mempercepat penanganan apinya. Api berhasil dipadamkan setelah 2 jam kemudian. Pihaknya menyampaikan kendala dalam pemadaman api ini di antaranya material bangunan yang beratap ilalang dan berdinding kayu sehingga dengan cepat terbakar. Kedua, mencari air dari titik hidran yang debit airnya tinggi itu jaraknya sangat jauh. Sehingga pihaknya juga harus menurunkan mobil tangki air.
 
Sementara itu kebakaran juga menghanguskan rumah kosong dan gudang tempat penyimpanan alat-alat persembahyangan dan upacara adat milik Wayan Suyarta, 66, pada Senin (23/7) pukul 09.20 Wita di Jalan Kediri Gang IV Nomor 1 Lingkungan Pesalakan Tuban.
 
Dari keterangan saksi tetangga korban, Ida Bagus Sudarsana (66), ia mendengar orang teriak kebakaran. Dan saat keluar rumah ternyata benar rumah korban telah terbakar. Hingga selanjutnya dengan menggunakan 4 unit mobil damkar, api dapat dipadamkan pada pukul 09.35 Wita.