Diposting : 15 May 2018 22:16
Khairil Anwar - Bali Tribune
KIP
Keterangan Gambar: 
SERAHKAN - Wabup Nyoman Sutjidra serahkan KIP beserta ATM kepada perwakilan siswa se-Buleleng, Senin (14/5)

BALI TRIBUNE - Pelajar di Buleleng terutama penerima kartu indonesia pintar (KIP) bakal tersenyum lega. Pasalnya, KIP beserta ATM telah diserahkan oleh Wabup Nyoman Sutjidra kepada perwakilan siswa Sekolah Dasar (SD) dari masing-masing kecamatan se-Buleleng, Senin (14/5). Penyerahan dirangkai  dengan acara sosialisasi dan percepatan pencaiaran dana Program Indonesia Pintar (PIP) sekolah dasar tahun 2015, 2016 dan 2017 yang di selenggarakan oleh Disdikpora Kabupaten Buleleng.

Wabup Sutjidra mengatakan, PIP merupakan program nasional yuang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dengan tujuan membantu para siswa miskin dalam menempuh pendidikan. Adanya program itu diharapkan seluruh siswa miskin yang selama ini mengalami kendala ekonomi dapat menikmati proses pendidikan secara menyeluruh. Program ini dalam bentuk KIP yang dapat digunakan untuk meneriman bantuan dari PIP dan nantinya dijadikan dasar dalam melakukan pencairan dana bantuan yang masuk ke dalam rekening tabungan masing-masing siwa yang menrima KIP melalui ATM BRI. ”Kami apresiasi dari Pemkab Buleleng, sesuai imbauan dari mendikbud untuk mempercepat pencairan dana PIP sebelum 30 juni 2018, jadi program ini bisa meringankan beban orang tua bagi anak-anak yang kurang mampu untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih baik,” ucap Wabup Sutjidra.

Kadisdikpora Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. yang juga selaku ketua panitia dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan percepatan pencairan dana PIP tahun 2015 -2017 dilaksanakan utnuk menyikapi surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 2 Tahun 2018 yang menyatakan bahwa pihak BRI agar mengembalikan saldo dana PIP tahun 2015 – 2017 selambat-lambatnya sampai 30 Juni 2018 ke kas Negara. Siswa SD yang menerima bantuan dana PIP sebanyak 32.396 orang,  sementara yang belum melakukan pencairan karena belum melakukan aktivasi sebanyak 5.059 siswa untuk tahun 2017,  dan sebanyak 1.071 siswa untuk tahun 2015-2016.

Gede Suyasa menambahkan sosialisasi ini di ikuti oleh para kepala sekolah, berlangsung dari Tanggal  14 -18 Mei 2018 dengan nara sumber dari tim percepatan PIP dari Direktorat  Pembinaan SD Kemendikbud serta Aktivasi Buku tabungan siswa untuk Kecamatan Buleleng dan Sukasada secara marathon terhadap siswa yang belum melakukan aktivasi di masing – masing kecamatan di Kabupaten Buleleng. ”Panitia percepatan pencairan dana PIP menargetkan 30 Mei 2018 program ini sudah selesai di lakukan,” tandasnya.