Diposting : 23 October 2017 08:27
I Made Darna - Bali Tribune
Karya Nyatur
Keterangan Gambar: 
Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri Karya Nyatur di Pura Melanting, Banjar Ulapan 1, Desa Blahkiuh, Sabtu (21/10) lalu.

BALI TRIBUNE - Pada saniscara wage, julungwangi, Sabtu (21/10) lalu, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri Karya Nyatur di Pura Melanting, Banjar Ulapan 1, Desa Blahkiuh.

Kehadiran Wabup Suiasa ini sebagai wujud hadirnya pemerintah ditengah-tengah masyarakat untuk mendukung dan ikut ngrastitiang karya yang dilaksanakan oleh masyarakat sehingga dapat berjalan dengan baik.

Pada kesempatan itu, Wabup Suiasa didampingi anggota DPRD Badung asal Blahkiuh I Made Subawa, Wakil Ketua DPC PDIP Badung I Bagus Alit Sucipta, Camat Abiansemal I Gst. Ngr. Surya Jaya beserta Tripika Kecamatan, Perbekel dan Bendesa Adat Blahkiuh serta tokoh masyarakat.

Wabup Suiasa melakukan persembahyangan bersama guna memohon keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan karya, Wabup. Suiasa juga menghaturkan dana punia upakara sebesar Rp. 15 juta. Sementara dukungan dari desa Blahkiuh sebesar Rp. 100 juta yang diserahkan Perbekel Blahkiuh I Gst. Made Oka dan diterima Kelian Dinas Ulapan 1, Komang Mudana.

Usai sembahyang, Wabup. Suiasa menyampaikan apresiasi dan dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan karya di Pura Melanting, Banjar Ulapan 1. Ini membuktikan rasa persatuan dan kesatuan serta rasa menyama braya, gotong-royong masyarakat tetap terjaga dengan baik. Diharapkan, ikatan kebersamaan ini dapat selalu ditingkatkan, untuk bersama-sama mendukung program dari pemerintah kabupaten badung. "Kami harapkan, dengan kebersamaan ini, krama banjar dapat mendukung dan mengawal program dan kegiatan dari Pemkab Badung, yang muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, " imbuhnya.

Ketua Panitia I Made Sugiarta melaporkan, pelaksanaan karya nyatur ini seiring dengan selesainya perbaikan bangunan tembok penyengker balai banjar dan keberadaan Got di Barat Banjar sudah dipindah. Itu yang mendasari dilaksanakan karya jelih dan nyakap karang, melaspas tembok penyengker, ngenteg linggih, serta pawintenan prejuru dinas dan adat. Karya ini diperkirakan menghabiskan biaya 150 juta, yang bersumber dari urunan Krama banjar dan bantuan dari Desa Dinas sebesar 100 juta. Ditambahkan, kedepan akan direncanakan untuk perbaikan bangunan balai banjar, Pura Melanting, dan Koperasi Banjar.