Diposting : 14 February 2018 23:18
Release - Bali Tribune
Kuta
Keterangan Gambar: 
Wabup Badung I Ketut Suiasa didampingi Ketua DPRD I Putu Parwata dan Camat Kuta Utara A.A Ngurah Arimbawa saat Musrenbang RKPD 2019 Kabupaten Badung di Kecamatan Kuta Utara, Senin (12/2) kemarin.
BALI TRIBUNE - Ketua Bappeda Badung Made Wira Darmajaya, Senin (12/2) kemarin membuka pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Badung di Kecamatan Kuta Utara. Tampak hadir pada kegiatan itu, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa serta sejumlah pejabat setempat.
 
Dalam sambutannya, I Made Wira Darmajaya mengatakan, melalui Musrenbang RKPD pihaknya membuka ruang komunikasi antara stakeholder pembangunan dalam rangka menyusun rencana kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Badung tahun 2019.
 
"Tujuannya untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi, dan kesepakatan usulan rencana kegiatan pembangunan di desa yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah di Kecamatan Kuta Utara," katanya.
 
Menegaskan pernyataan Ketua Bappeda, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan, dari infrastruktur masalah penanganan kemacetan di Kuta Utara yang belum terselesaikan secara optimal dengan harapan kedepan ini di tahun 2019 sudah bisa terselesaikan dengan satu akses dan membentuk solkat-solkat yang menghubungkan Tibubeneng ke Canggu dan kemudian untuk Canggu ke barat direncanakan membuat solkat-solkat yang akan tembus ke Pererenan.
 
“Dan semuanya sudah ditinjau semoga dapat terwujud dan terlaksana di tahun 2019 nanti,” harapnya.
 
Dikatakan Wabup Suiasa, infrastruktur kesehatan yang ingin diwujudkan di Kuta Utara ini sama dengan kecamatan lain, yaitu Puskesmas Rawat Inap.
 
"Untuk wilayah pantai di Kuta Utara yang memiliki luas bentang pantai yang bisa dijadikan objek wisata dari pantai Kuta, Pantai Petitenget dan Pantai Brawa akan dikaji agar seluruh kawasan pantai yang ada di Kuta Utara dapat dijaga kelestarianya dan di sisi lain dapat meningkatkan kunjungan wisatawan," ungkapnya.
 
Camat Kuta Utara A. A Ngurah Arimbawa dalam laporannya menguraikan, Kecamatan Kuta Utara terdiri dari tiga desa dan tiga kelurahan dengan 43 banjar dinas, 46 lingkungan serta 8 desa adat.
 
Dengan luas wilayah 33,86 Km2, wilayah utara Kecamatan Kuta Utara berbatasan dengan Kecamatan Mengwi, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Denpasar Barat, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kuta dan Samudra Indonesia.
Terkait jumlah penduduk, sebagaimana data kependudukan per Desember 2017 lalu, populasi di Kecamatan Kuta Utara mencapai 17.557 KK atau mencapai sekitar 75.558 jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari, laki-laki 38.125 jiwa dan perempuan 37.433 jiwa.
 
Lebih lanjut Arimbawa melaporkan, sebagaimana hasil Musrenbang Desa/ Kelurahan Januari 2018 lalu terangkum 388 usulan dengan nilai anggaran berkisar Rp 704.306.721.500.