Bali Tribune, Sabtu 16 Desember 2017
Diposting : 20 August 2016 09:51
redaksi - Bali Tribune
wagub
Keterangan Gambar: 
RS PRATAMA – Wagub Ketut Sudikerta saat meninjau Rumah Sakit Pratama di Nusa Penida, Jumat (19/8) dan meminta rekanan yang mengerjakan proyek tersebut agar tetap menjaga kualitas.

Semarapura, Bali Tribune

Wagub Ketut Sudikerta mengapresiasi progres pengerjaan pembangunan RS Pratama di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung melampaui target. Walau begitu, kendala faktor non-teknis seperti faktor cuaca pun perlu menjadi perhatian karena bisa mengganggu proses pengerjaan.

“Walau progresnya sudah melampaui, bukan berarti boleh menganggap enteng, tetap harus memperhatikan faktor non-teknis sehingga pengerjaan tidak terhambat. Serta yang terpenting tetap menjaga kualitas, agar fisik bangunan bertahan dalam jangka panjang,” ujar Sudikerta saat kunjungan kerja ke Nusa Penida, Jumat (19/8).

Wagub mengatakan, Rumah Sakit Pratama di daerah tersebut merupakan bentuk akses layanan publik di sektor kesehatan guna mempercepat dan mempermudah  pelayanan kesehatan bagi warga Nusa Penida yang daerahnya terpisah oleh laut. Diharapkan masyarakat Nusa Penida yang mengalami gangguan kesehatan bisa mendapatkan pelayanan cepat sesuai standar pengobatan dan tidak perlu jauh-jauh ke Denpasar atau ke Klungkung.

Wagub memberi sinyal agar bisa menambah lagi pembangunan RS Pratama berikutnya, karena daerah Nusa Penia tergolong luas dan dengan jumlah penduduk yang lumayan banyak mencapai 80 ribu jiwa. “Tidak cukup sampai di sini, ke depannya semoga bisa dibangun RS Pratama lainnya di sini sehingga bisa melayani masyarakat secara keseluruhan,” imbuhnya.

Sementara itu  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Bali dr. Ketut Suarjaya yang juga mendampingi Wagub mengatakan   pembangunan direncanakan rampung bulan Desember 2016, dan diharapkan sudah beroperasi awal tahun 2017.

Untuk mendukung percepatan operasi RS tersebut, menurutnya instansi yang dipimpinnya sudah menganggarkan pengadaan alat kesehatan (alkes) pada tahun 2017 senilai Rp10 miliar. Tak hanya itu, dukungan tenaga medis, tenaga ahli dan tim dokter pun untuk awal akan didatangkan dari Provinsi.

“Ini kan sifatnya baru mulai, jadi untuk pembinaan selama 2 tahun awal tenaga-tenaga medis, dokter dan sebagainya akan kita datangkan, kita yang bina, nanti setelah 2 tahun baru kita hibahkan ke kabupaten,” ujar Suarjaya.