Diposting : 29 August 2017 17:45
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Tjhin Johanes
Keterangan Gambar: 
Tjhin Johanes

BALI TRIBUNE - Salah satu taekwondoin Bali asal Badung, Muhammad Abdurahman Wahyu menyumbangkan satu medali perunggu bagi Indonesia, pada SEA Games 2017, di Kuala Lumpur, Malaysia.

Wahyu menyumbangkan medali perunggu di nomor beregu putra, berpasangandengan taekwondoin pelatnas lainnya, Maulana Haidir dan Muhammad Alfi Kusuma. Sebelumnya, Wahyu bersama pasangannya itu, juga menyabet medali perunggu, pada kejuaraan taekwondo internasional bertajuk “13th Austria Open Taekwondo Poomsae Championship” 17 – 19 Juni 2017 di Wina, Austria.

“Ini sebuah kebanggaan bagi kami di Pengkab TI Badung, karena Wahyu terus mampu memberikan prestasi melalui kerja keras dan perjuangan tinggi. Tak hanya itu, dirinya juga mengharumkan nama Bali utamanya Indonesia,” tutur Ketua Umum TI Badung, Tjhin Johanes, Senin (28/8).

Dengan kematangan itu, diharapkannya Wahyu bisa menurunkan teknik-teknik tersebut kepada para taekwondoin muda lainnya, baik yang ada di Badung maupun di Bali ke depannya. Dengan demikian ada ilmu yang bisa ditransfer.

“Tak hanya di event tersebut, Wahyu juga harus terus mengejar prestasi lebih tinggi, dari medali yang diperolehnya itu baik di event nasional maupun internasional. Semoga di pelatnas kualitas Wahyu terus meningkat,” tambah pria yang akrab disapa Jo itu.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Pengprov TI Bali, AA. Lan Ananda. “Prestasi itu merupakan bagian dari prestasi yang harus terus didongkrak. Suatu prestasi tersendiri yang diberikan Wahyu, karena bukti prestasi taekwondo Bali tak pernah henti. Hal ini perlu diikuti oleh para taekwondoin muda lainnya di Bali. Sekarang ini memang sudah saatnya para taekwondoin Bali selalu berprestasi di event-event nasional maupun internasional. Dan bukan sebaliknya melakukan hal yang tidak ada gunanya,” pungkas Lan Ananda.