Bali Tribune, Senin 18 Desember 2017
Diposting : 3 September 2016 11:37
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
jalan rusak
Keterangan Gambar: 
RUSAK - Salah satu titik kerusakan yang terjadi di jalan poros Banjar Tangi Meyeh, Desa Berangbang, Negara yang dikeluhakn warga setempat.

Negara, Bali Tribune

Warga Banjar tangi Meyeh, Desa Berangbang, Negara mengeluhan kondisi jalan di permukiman mereka yang kondisnya rusak. Sepanjang lebih dari 100 meter jalan poros yang melalui Desa Berangbang tersebut di sejumlah titik kini kondisinya rusak parah. Kondisi jalan yang hancur ini sangat berbahaya terhadap keselamatan pengguna jalan.

Pantauan Bali Tribune di lokasi, tampak di sepanjang ruas jalan yang kondisinya rusak parah dan dikeluhkan warga tersebut, di sejumlah titik sudah tidak tampak lagi lapisan aspal. Bahkan terbentuk lubang-lubang yang mengaga pada badan jalan dengan batu spolit dan kerikil yang berhamburan. Pengguna jalan yang melintasi jalan ini harus ekstra pelan-pelan dan berhati-hati agar tidak terperosok.

Sejumlah warga Tangi Meyeh yang ditemui menuturkan bahwa kerusakan jalan tersebut mulai terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Sejak awal kondisinya hanya retak-retak, namun berselang beberapa waktu bagian aspalnya justru mengelupas hingga akhirnya hancur. Saat hujan turun, lubang-lubang yang menganga di badan jalan itu akan menjadi kubangan-kubangan genangan air serta berlumpur, jika dilalui akan lengket oleh tanah liat. Padahal jalan tersebut merupakan akses vital warga menuju permukiman, ladang serta jalur menuju sekolah.

Bahkan menurut warga setempat, Ketut Sorden, karena berbahaya bagi pengguna jalan yang melintasinya, tidak jarang di jalur tersebut terutama di beberapa tanjakan terjadi kecelakaan lalu lintas karena pengendara yang jatuh dan terperosok. Sehingga saat melintasi jalan desa tersebut laju motor harus pelan dan pengemudi harus ekstra berhati-hati. Kerusakan jalan yang cukup padat dilintasi warga tersebut mulai parah sejak Juli lalu. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan dan penanganan secepatnya agar tidak sampai memakan korban. Jika dibiarkan dipastikan kondisinya akan semakin parah.

Perbekel Berangbang, Gusti Putu Supradnya yang dikonfirmasi melalui ponselnya tidak menampik adanya kerusakan pada jalan di wilayahnya itu. Ia mengatakan kalau jalan tersebut merupakan jalan poros kabupaten dan sudah masuk dalam program kabupaten. Namun belum dilakukan perbaikan karena saat ini masih dilakukan perbaikan jalan serupa di Banjar Pengajaran.

Asal-asalan

Sementara itu, warga Desa Yehembang, Mendoyo mempertanyakan pengerjaan proyek pemeliharaan/rehabilitas jalan Banjar Wali-Poh Kembar. Warga setempat menilai proyek pengerjaaan jalan yang akan dihotmix dengan menelan anggaran mencapai  Rp 1,5 M lebih dari DAK Reguler SPP itu terkesan dikerjakan secara asal-asalan. Bahkan dengan kondisi tanah di daerah tersebut yang labil, tanpa dilakukan penyenderan di sisinya sehingga dikawatirkan akan amblas. 

Pantauan di lokasi tampak kondisi jalan masih terlihat amburadul dan labil lantaran, pasir bercampur krokol dan tanah paras yang digunakan pengerasan jalan tersebut hanya diratakan dengan cara manual atau tidak menggunakian alat berat. Bahkan di sisi jalan hanya diurug dan diratakan tanpa ada batu kancing dan senderan yang menahan jalan di sepanjang sawah ke utara menuju Pura Bedugul dan jalan yang kebarat menuju Banjar Wali. Apabila jalan tersebut tidak disender maka sudah dipastikan akan amblas di saat musim hujan. Sesuai dengan papan proyek, rekanan yang mengerjakan proyek itu adalah CV Duta Karya, dan sesuai kontrak waktu pengerjaan selama 120 hari dan telah dimulai 27 Juli 2016.

Sejumlah warga yang ditemui di areal jalan tersebut merasa aneh karena pengerasan jalan tersebut tidak menggunakan alat berat, hanya mengeraskan dengan cara manual dengan mengunakan pekerja yang sedikit, sekitar delapan orang, dan materialnya kebanyakan pasir, bukan batu yang biasanya digunakan, terlebih kondisi tanah sangat labil. Jika jalan tersebut langsung dihotmik oleh pemborong maka mereka yakin tidak akan bertahan lama.

Salah seorang warga, I Ketut Rindia, mengaku sangat khawatir jalan tersebut tidak disender, terlebih tanah di sepanjang jalan tersebut memang labil. Warga memastikan setelah jalan itu diperbaiki sudah pasti akan rusak kembali. Menurut warga, saat terjadi hujan yang tidak begitu deras, tanah di jalan itu sudah longsor terlebih nantinya saat hujan deras dipastikan akan tambah parah. Warga berharap pihak pemborong agar menjaga kualitas pekerjaannya, sehingga jalan tersebut bisa bertahan lama.