Warga Geruduk PDAM Kerambitan | Bali Tribune
Diposting : 14 September 2016 09:35
Arta Jingga - Bali Tribune
PDAM
DEMO – Puluhan warga Banjar Yeh Malet Kaja saat mendatangi Kantor PDAM Kerambitan, Selasa (13/9).

Tabanan, Bali Tribune

Kecewa karena aliran air PDAM sering macet, sedikitnya 35 warga Banjar Yeh Malet Kaja, Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Tabanan mendatangi Kantor PDAM Kerambitan di Banjar Samsaman Alas, Selasa (13/9).

Dipimpin Kelian Dinas Banjar Yeh Malet Kaja, I Made Muliadi, mereka tiba di Kantor PDAM sekitar pukul 10.00 Wita dan diterima Kepala Unit PDAM Kerambitan, I Gusti Made Sukadana.

Pada kesempatan tersebut, I Made Muliadi menyampaikan keluhan dan aspirasi warganya, yang sudah jenuh dengan ngadatnya aliran air PDAM selama lima bulan terakhir. Terlebih saat ini sedang berlangsung upacara Pitra Yadnya, yang membutuhkan ketersediaan air dalam jumlah banyak. “Kami datang untuk menanyakan solusi yang tepat atas kondisi yang dialami warga Yeh Malet Kaja,” ujarnya.

Muliadi juga minta PDAM Kerambitan bisa membuat empelan atau pengaturan air di Banjar Yeh Malet Kaja. Karena menurutnya, sejauh ini empelan adanya di selatan Banjar Yeh Malet Kaja yang notabene berada di daerah yang lebih rendah.

Sementara salah satu warga, I Wayan Gordo (35) mengatakan, selama lima bulan terakhir ini hampir setiap hari air PDAM di Banjar Yeh Malet Kaja ngadat dan mengalir pada malam hari sekitar pukul 22.00 atau 23.00 Wita, kemudian kembali macet pukul 05.00 Wita.

Hal tersebut jelas membuat warga kelabakan, sehingga pada malam harinya harus begadang untuk menampung air agar bisa digunakan pada pagi hari untuk keperluan memasak, mandi, dan lainnya.

Hal serupa disampaikan Kadek Riski (32), yang mengatakan jika untuk memasak terkadang meminta air pada tetangga yang memiliki sumur bor karena tidak ada pemberitahuan jika saluran air akan mati. Parahnya lagi kondisi air yang ngadat tidak terjadi pada daerah yang ada di hilir Banjar Yeh Malet Kaja.

“Dulu ya kebingungan kalau air mati, sekarang karena sudang keseringan ya antisipasi dengan menampung air pakai ember-ember besar saja karena tidak punya tempat penampungan,” ungkapnya.

Terkait pengaduan tersebut, Kepala Unit PDAM Kerambitan, I Gusti Made Sukadana mengakui memang ada gangguan pada jalur transmisi dari Riang Gede selama hampir dua minggu, sehingga distribusi air ke sejumlah daerah terhambat.

“Hampir dua minggu ini memang ada gangguan pada jalur transmisi dari sumber mata air kita di Riang Gede, dan gangguannya itu anginan jadi ada gelembung udara yang terperangkap di dalam pipa,” jelasnya.

Di samping itu, menurunnya debit air hingga menyebabkan aliran air macet juga karena penggunaan air yang meningkat pada hari libur dan hari raya serta musim kemarau.

Dikatakannya, pada hari libur dan hari raya penggunaan air bisa meningkat 200 sampai 300 persen. “Selain itu debit air juga fluktuatif dari sumber karena kemarau, dan kebetulan Banjar Yeh Malet Kaja ini ada di daerah tinggi,” imbuhnya.

Pihaknya berjanji melakukan pembenahan di lapangan dengan terlebih dahulu menormalkan saluran dari Riang Gede sehingga selanjutnya bisa melakukan pembenahan pada distribusi jaringan.