Diposting : 8 December 2018 19:46
redaksi - Bali Tribune
HADIAH - Lurah Bitera I Wayan Widana menyiapkan hadiah untuk warga yang lingkungannya bebas jentik nyamuk.
BALI TRIBUNE - Jurus jitu Lurah Bitera Gianyar dalam memerangi Jentik Nyamuk di wilayahnya patut diacungi jempol.  Dengan dukungan aktif tokoh masyarakat dibantu Juru Pemantau Jentik (Jumantik), sangat efektif mendorong masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin. Sebagai reward,  Lurah bagi-bagi hadiah di akhir tahun melalaui kupon yang dibagikan ke setiap KK yang  nihil jentik nyamuk.
 
Lurah Bitera I Wayan Widana, Jumat (7/12), mengungkapkan,  gebrakan pemberantasan jentik nyamuk ini  mendapat dukungan punuh warga, setelah kasus kejadian luar Biasa (KLB)  demam berdarah (DBD) 2015 lalu. Dimana, sedikitnya 200 warga Bitera menjadi korban serangan nyamuk mematikan itu. “Musibah itu secara tidak langsung membangkitkan kesadaran masyarakat. Mereka tidak ingin, damam berdarah menyerang keluarganya untuk keduakalinya,” ungkapnya.
 
Dengan dukungan para tokoh dibantu Jumantik yang secara aktif turun ke rumah-rumah warga, penurunan kasus demam berdarah pun mulai dirasakan di tahun pertama. Karena program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun, khususnya pada musim penghujan.  “Selain memantau, 23 Jumatik yang kami sebar di 7 lingkungan juga mengevaluasi  keaktifan warga di masing-masing kepala keluarga. Dari serangkaian evaluasi monitoring, jika dipastikan dalam keluarga itu nihil jentik, kami berikan satu kupon berhadiah,” terangnya.
 
Syukurnya, tidak hanya semata-mata  berorientasi hadiah, dengan kesadaran dari pegalaman musiba yang mereka alami,  warga pun terus mentradisikan bersih lingkungan. Kupon bebas jentik pun dijadikan acuan,  jika di lingkungan pekarangan mereka sudah bebas jentik, sekaligus memberikan rasa nyaman. “Program gebyar kupon jentik ini, memangh memotovasi warga kami untuk terus memerangi jentik nyamuk di lingkungan rumahnya. Hasilnya, kasus demam berdarah terus menurun di wilayah kami. Bahkan tahun 2018 ini, tidak ada laporan kasus demah berdarah,” bangganya.
 
Karena itupula, pihaknya juga terus berinovasi untuk memberi kenangan-kenangan kepada warganya sebagai wujud penghargaan. Jumlah hadiahnya pun terus ditambah, karena kini  hampir semua KK sudah mendapatkan Kupon  sebagai tanda dilingkungannya sudah bebas jentik.  Untuk akhir tahun ini, Widiana mengaku telah menyiapkan 25 jenis hadiah yang nantinya akan diundi. Mulaii dari Kulkas, TV, Mesin suci, kompor gas  dan perabotan rumah tangga lainnya. “Dalam pengundiannya, kami rangkai dengan pembinaan untuk trus mendorong warga dan menjadikan kegiatan pemberantaasn sarang nyamuk ini menjadi tradisi  hidup sehat,” tegasnya.