Diposting : 13 June 2016 09:03
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
granat
Keterangan Gambar: 
Tim Gegana Brimob saat mengamankan granat dan peluru di areal Jaba Tengah Pura Puseh Pulukan, Sabtu (11/6).

Negara, Bali Tribune

Warga Desa Pulukan, Pekutatan Sabtu (11/6) dihebohkan dengan penemuan sebuah granat dan puluhan peluru di Jaba Tengah Pura Puseh Desa Pakraman setempat yang terletak di Banjar Arca, Desa Pulukan, Pekutatan. Granat nanas dan 41 peluru laras panjang yang diduga jenis US Carabin dan SKS itu, ditemukan saat warga yang akan memasang tiang loadspeaker permanen di areal Jaba Tengah Pura Puseh melakukan penggalian.

Tiga orang warga Banjar Arca yang saat itu menggali lubang yaitu Nengah Putrayasa (40), Gusti Ngurah Nyoman Putra (50) dan Wayan Yasa (49) awalnya sekitar pukul 11.00 Wita saat menggali lubang di kedalaman 40 cm menemukan toples kaca yang sudah pecah. Mereka pun melanjutkan menggali dan beberapa saat kemudian mereka mendapati 41 butir peluru dan sebuah granat.

Lantas mereka yang panik dan ketakutan saat menemukan benda itu melaporkan kepada prajuru desa setempat dan Babin Kamtibmas Desa Pulukan, Aiptu I Ketut Suartika. Mendapati laporan ini, polisi dari Polres Jembrana melakukan olah TKP dan disusul oleh Tim Gegana Brimob Detasemen C Gilimanuk yang mengamankan granat beserta peluru tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Pekutatan, Kompol I Ketut Sugiarta Yoga saat dikonfirmasi Minggu (12/6) seizin Kapolres Jembrana membenarkan penemuan benda berupa granat dan peluru laras panjang. Granat yang ditemukan adalah granat jenis nanas sedangkan peluru yang ditemukan 5 butir jenis US Carabin dan 36 butir SKS. Untuk tindakan lebih lanjut benda itu sudah diamankan oleh Gegana Brimob.

Perbekel Pulukan, I Wayan Armawa mengatakan bahwa kondisi benda yang ditemukan itu secara fisik sudah berkarat. Diduga adalah sisa-sisa saat perang kemerdekaan beberapa puluh tahun silam. Menurutnya, berdasarkan cerita para tetua dan sesepuh yang ada di desa, saat perang melawan penjajah, areal lokasi Pura Puseh tempat ditemukannya granat dan peluru itu merupakan titik tempat berkumpulnya para pejuang. Bahkan sekita 1,5 km di utar Pura Puseh kini ada monumen perjuangan I Gusti Ngurah Rai.