Bali Tribune, Jumat 20 Juli 2018
Diposting : 21 June 2018 22:42
I Made Darna - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Sejumlah nelayan sedang menambatkan jukungnya di pesisir pantai.
BALI TRIBUNE - Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan akan terus terjadi dalam beberapa hari kedepan. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar juga memprediksi terjadi angin kencang yang berpotensi menimbulkan gelombang tinggi. Oleh karena itu, masyarakat pesisir pantai khususnya nelayan diimbau berhati-hati bila melaut.
 
Berdasarkan informasi prakiraan cuaca harian wilayah Bali yang dirilis Balai Besar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Rabu (20/6), kondisi cuaca hingga Jumat (22/6) besok diperkirakan berawan hingga hujan ringan. Suhu udara berkisar antar 21-33 derajat Celsius dengan kelembaban 60-95 persen. Angin umumnya bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan 8-38 km perjam.
 
Di samping itu, tinggi gelombang laut di perairan utara Bali berkisar antara 0,25-2 meter. Sementara di perairan selatan Bali berkisar antara 0,75-3,5 meter. Di selat bali tinggi gelombang berkisar antara 0,5-3 meter. Sedangkan selat Lombok juga berkisar antara 0,5-3 meter.
 
“Prediksi cuaca tiga hari ke depan berdasarkan pemodelan cuaca, kondisi cuaca di wilayah Bali secara umum berawan dan hujan ringan. Potensi hujan terdapat di Bali bagian tengah dan timur,” kata Kepala Bali Besar BMKG Wilayah III Denpasar, Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl. SEIS.
 
Berkenaan dengan itu, pihak Bali Besar BMKG Wilayah III Denpasar mengimbau masyarakat agar mewaspadai tinggi gelombang laut mencapai 2,0 meter atau lebih di perairan utara Bali, Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, dan Samudera Hindia Selatan Bali. “Masyarakat nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari agar memperhatikan tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar wilayah perairan selatan Bali,” ujarnya.
 
Ia juga meminta masyarakat selalu memperhatikan informasi BMKG, khususnya peringatan dari cuaca atau iklim ekstrem.
 
“Informasi prakiraan cuaca akan terus kami update,” tegasnya.
 
Terkait prakiraan cuaca ini, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung Putu Oka Swadiana juga mengeluarkan imbauan agar nelayan di gumi keris lebih hati-hati bila melaut. Pihaknya pun meminta nelayan memperhatikan imbauan dari BMKG. “Kami juga mengimbau seluruh nelayan di Badung supaya senantiasa memperhatikan peringatan yang dikeluarkan BBMKG. Sebab, hal itu penting demi menjaga keselamatan ketika sedang meluat,” ujarnya.
 
Oka Swadiana menyatakan, nelayan memang sudah berpengalaman dengan cuaca dan kondisi di laut. Akan tetapi, imbauan ini tetap harus diperhatikan. Sebab, ini menyangkut keselamatan para nelayan sendiri. “Sebetulnya nelayan dengan pengalaman selama ini sudah paham kapan harus melaut dan kapan istirahat. Karena setiap tahun memang siklusnya seperti itu. Tapi sekali lagi kami tetap imbau agar nelayan memperhatikan peringatan BBMKG,”  tegasnya.