Bali Tribune, Jumat 19 Januari 2018
Diposting : 3 January 2018 20:02
Agung Samudra - Bali Tribune
vulkanik
Keterangan Gambar: 
TERPAL - Kolam ikan milik Ni Wayan Sutmami di beri atap terpal untuk cegah abu masuk ke dalam kolam .

BALI TRIBUNE - Setelah sempat aman dari guyuran abu vulkanik dari erupsi gunung agung , kembali dirasakan warga Bangli, baik wilayah Kecamatan Tembuku, maupun Kecamatan Bangli. Abu vulkanik disertai butiran pasir halus, tersebar di wilayah Desa Bangbang. 

Menurut  Ni Wayan Sutami (44), warga Banjar Bangkiang Sidem, Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Bangli, mengatakan ia mulai merasakan adanya semburan abu vulkanik pada Senin (1/1) sekitar pukul 19.00 Wita. "Awalnya dikira abu saja, tapi setelah di rasakan butir lebih besar dan kasar, seperti pasir," ujarnya.

Lanjutnya paparan abu mengakibatkan lantai rumahnya menjadi kotor,begitupula tanaman bagian dau nampak diselimuti abu. ”Lantai rumah baru saja saya bersihkan, kalau abu di pepohonan tidak begitu banyak karena sudah disapu air hujan,” ungkap istri anggota DPRD Bangli ini. 

Kata Sutami semburan abu vulkanik beberpa hari yang lalu menyebakan beberpa ekor ikan hias mati, maka untuk mengatisipasi semburan abu vulkani, maka  diatas  kolam sekaligus sebagai taman  dibutakan atap menggunakan terpal. “Awal semburan abu vulkanik beberpa ikan hias jenis koi  dikolamnya mati, mungkin  ikan keracunan belerang yang menempel pada abu,” jelasnya.

Semburan abu juga dirasakan oleh warga yang tinggal di kota Bangli. Menurut Wayan Sudiarta (46) pria asal Banjar Pande ini, semburan abu vulkanik menyebabkan beberpa tanaman hias dirumahnya tertutup abu , begitupula mobilnya yang ditaruh diluar juga penuh dengan abu. “Saya tahu ,setelah pagi,begitu melihat mobil tampak kotor sekali, setelah dipegang ternyata berisi abu yang sangat halus,” jelas.