Diposting : 11 September 2017 20:27
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
spiritual
Keterangan Gambar: 
Kunjungi empat pura, Bupati Tabanan Ni Luh Putu Eka Wiryastuti melaksanakan wisata spiritual ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tampak Bupati Eka sematkan wastra (pakaian,red) di salah satu arca yang ada di Petilasan Kyayi Ageng Pemacekan Desa Karangkepasekan Karanganyar.

BALI TRIBUNE - Sebagai bentuk cinta kasih terhadap alam semesta dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti belum lama ini melaksanakan wisata spiritual di empat pura yang ada di wilayah Jawa Tengah. Keempat pura dimaksud diantaranya, Petilasan Kyayi Ageng Pemacekan, Pura Durga (Candi Menggung), Pura Siwa (Candi Cheto) serta Pura Mandira Seta Dalem Projo Pangarsan Keraton Solo. Pada kegiatan itu, Bupati juga menyerahkan bantuan wastra (pakaian,red) serta polis asuransi bagi 44 orang pemangku yang ada di Kabupaten Karanganyar Jateng.


Wisata spiritual Bupati Eka Wiryatuti diawali dengan berkunjung ke Petilasan Kyayi Ageng Pemacekan, yang ada di Desa Karangkepasekan, Kecamatan Karangpandan Karanganyar, Jawa Tengah. Di tempat ini, bupati melakukan ritual sungkem yang pada intinya menghaturkan rasa hormat sekaligus wujud baktinya.
“Berkat restu Beliau kita dapat  hadir disini dalam keadaan sehat dan berbahagia tentunya. Sebetulnya kunjungan hari ini adalah yang sangat ditungu-tunggu. Sebagai bentuk cinta kasih kita terhadap alam semesta, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan ini adalah bagian dari investasi hati. Bagaimana kita selalu ingat kepada leluhur, kepada alam dan isinya,” kata Bupati Eka.
Dikatakannya, guna menangkis maraknya isu SARA yang beredar belakangan ini dibutuhkan aura positif bagi semua umat untuk terlibat aktif membangun bangsa dan negara.


“Mudah-mudahan akan bangkit keadilan bagi semua umat dan akan lahir pemimpin yang betul-betul terlahir dari rakyat. Termasuk sesuatu yang diberikan saat ini adalah merupakan bentuk cinta kasih, bagian dari investasi hati dan kepedulian kita kepada umat se-Dharma,” kata Bupati Eka.
Wisata spiritual ini juga diikuti Wabup I Komang Gede Sanjaya, Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Sekda I Nyoman Wirna Ariwangsa, Ketua PHDI Tabanan serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tabanan.


Dalam pandangannya, Srikandi asal Tegeh, Angseri ini berkeyakinan kehadiran serta sumbangsih pemerintah daerah di Bali dapat memunculkan motivasi serta semangat baru bagi umat Hindu yang ada di Kabupaten Karanganyar.
“Apalagi Kabupaten Karanganyar cukup jauh dari Bali, para pemangku ini perlu juga diperhatikan. Dan hari ini kita berikan bantuan, mudah-mudahan ini bermanfaat dan bertahap. “Ini bertahap, tidak sampai disini saja, semuanya akan kita bantu hanya saja bertahap,” kilahnya.


Diakhir kegiatan, Bupati Eka menyerahkan bantuan wastra (pakaian,red) serta polis asuransi bagi 44 orang pemangku yang ada di Kabupaten Karanganyar.
“Titiang serahkan (polis asuransi) dan sekaligus pemberian wastra. Dan satu hal yang Saya mohon kepada umat disini, mohon doa suci yang tulus ikhlas. Bagaimana kita sama-sama mengisi pembangunan ini dengan hati yang bersih, pikiran yang bersih. Alam ini tidak pernah rusak sepenuhnya, tapi pikiran yang kotor yang telah merusaknya. Karena itu mari kita bersihkan diri, bersihkan hati dan pikiran kita agar bisa menjaga alam yang dititipkan kepada kita. Agar bisa melanjutkan memberikan kehidupan yang baik kepada umat, kepada anak cucu kita kedepan, “ ajaknya.


Mewakili umat se-Dharma yang ada di Kabupaten Karanganyar, panitia setempat, Kadek Pardita menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemkab Tabanan. Selain itu, Ia juga menyampaikan permintaan maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan saat kunjungan Bupati Eka ke tempat itu.
 “Semoga berkah melimpah dicurahkan kepada kita semuanya. Selamat datang kami ucapkan di bumi kami yang tercinta ini. Tentu melalui simakrama yang saat ini terjalin, menjadikan kami umat hindu yang ada di Kabupaten Karanganyar mempunyai semangat dan motivasi baru. Bahwa kami ternyata tidak sendiri, ada jutaan saudara  kami dari sabang sampai merauke,”  ucap Pardita.


Dikatakan Pardita, keberadaan umat Hindu di Kabupaten Karanganyar mencapai sekitar 4.631 orang. Mereka ini  memiliki peran besar bagi ajegnya Hindu di wilayah itu.
“Kesan hati yang diturunkan oleh para leluhur kami senantiasa kami terima dengan senang  hati. Untuk tetap menjaga ajeg Hindu di tanah kami. Oleh karena itu untuk segala kekurangan yang kami miliki, kami mulai saat ini senantiasa untuk menjaga ajaran Sanatana Dharma ini terlaksana dengan baik. Untuk itu juga demi menjaga tegaknya bumi nusantara yang kami cintai ini”, imbuhnya.
Usai kegiatan di Petilasan Kyayi Agek Pemacekan, Karanganyar. Bupati Eka beserta rombongan juga menyumbangkan wastra pelinggih (atribut,red) di sejumlah pura yang mereka kunjungi. Tak lupa, Bupati Eka menyerahkan punia yang diterima perwakilan pengempon pura.