Diposting : 7 November 2019 13:38
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ OBJEK WISATA - Wisman yang sedang mengunjungi salah satu objek wisata di Bali
balitribune.co.id | Denpasar - Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Bali pada September 2019 tercatat sebanyak 590.565 kunjungan. Wisman yang datang melalui bandara sebanyak 590.151 kunjungan dan pelabuhan laut sebanyak 414 kunjungan.
 
Jumlah wisman ke Pulau Dewata pada September 2019 tercatat turun 4,59% dibandingkan dengan Agustus 2019 (m to m). 
 
Disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho dalam siaran persnya baru-baru ini, dibandingkan dengan September 2018 (y on y), jumlah wisman ke Bali tercatat mengalami kenaikan setinggi 6,24%. Menurut kebangsaan, wisman yang tercatat paling banyak datang ke Bali pada September 2019 adalah wisman dengan kebangsaan Australia (21,07%), Tiongkok (16,67%), Inggris (5,00%), Jepang (4,97%), India (4,66%), Jerman (4,52%) Amerika Serikat (4,44%), Perancis (4,01%), Korea Selatan (3,29%), dan Malaysia (2,92%). 
 
Dibandingkan dengan Agustus 2019 (m to m), dari sepuluh negara dengan jumlah wisman terbanyak, lima negara mengalami peningkatan dengan peningkatan tertinggi berasal dari Malaysia sebesar 18,75%, disusul oleh wisman dari Jerman sebesar 12,57%, India 12,50%, Amerika Serikat 10,14%, dan Australia 4,93%. 
 
Kata dia, berbeda dengan lima negara sebelumnya, jumlah wisman asal Perancis mengalami penurunan 34,20%, Korea Selatan 16,78%, Jepang 12,31%, Tiongkok 9,71% dan Inggris 5,74%. Jika dibandingkan dengan September 2018 (y on y), dari sepuluh besar negara asal wisman yang berkunjung, delapan di antaranya mengalami peningkatan, dengan peningkatan tertinggi tercatat pada wisman asal Korea Selatan, yang naik setinggi 51,75%. 
 
Sementara itu, wisman yang mengalami penurunan terdalam adalah wisman asal Tiongkok dengan penurunan 22,67%.
 
Secara kumulatif, jumlah wisman yang datang langsung ke Bali selama Januari-September 2019 tercatat sebanyak 4.672.230 orang, lebih tinggi dibandingkan dengan Januari-September 2018 (y on y) yang tercatat sebanyak 4.647.040 orang, atau naik setinggi 0,54 persen. 
 
"Kunjungan wisman selama tahun 2019 didominasi oleh wisman asal Tiongkok (20,09%), Australia (19,46%), India (5,80%), Inggris (4,63%), Amerika Serikat (4,39%), Jepang (4,20%), Perancis (3,47%), Korea Selatan (3,26%), Jerman (3,22%), dan Malaysia (2,72%)," jelas Nugroho.
 
Lebih lanjut dia memaparkan, negara yang mengalami peningkatan jumlah wisman tertinggi selama tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 berasal dari Korea Selatan, yaitu meningkat setinggi 44,35%. Sementara wisman asal Tiongkok mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 13,83%.
 
Ditambahkan Nugroho, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada September 2019 tercatat sebesar 63,22%, turun 3,88 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya (m to m) yang mencapai 67,10%. Jika dibandingkan September 2018 (y on y) yang mencapai 69,52%, tingkat penghunian kamar di bulan September 2019, tercatat menurun sedalam 6,30 poin. 
 
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Bali pada September 2019 tercatat selama 2,97 hari, naik 0,14 poin dibandingkan Agustus 2019 (m to m) yang mencapai 2,83 hari. Jika dibandingkan dengan September 2018 (y on y) yang mencapai 3,06 hari, rata-rata lama menginap September 2019 turun 0,09 poin.