Diposting : 7 February 2019 21:53
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Bali Tribune/ Maryoto Subekti
Bali Tribune, Denpasar - Pengprov Indonesia Woodball Association (IWbA) Bali kini tengah mempersiapkan atletnya ke ajang Pra-PON 2019 melalui pemantauan berbagai series yang diikuti atlet woodball Bali.
 
"Series itu sudah dimulai sejak tahun lalu dan sekarang sudah memasuki series ke-5. Kebetulan, bulan ini digelar di Denpasar," ujar Ketua Harian Pengprov IWbA Bali, Maryoto Subekti, Rabu (6/2).
 
Rencananya, series itu digelar sampai 6 series dengan penyelenggaraan digilir dari kabupaten dan kota di Bali. Tujuannya selain untuk memantau pewoodball handal, juga memberikan kesempatan pengkab/pengkot menjadi tuan rumah. 
 
"Dan juga sebagai persiapan atlet-atlet daerah dalam mempersiapkan diri menuju Porprov Bali 2019 ini," imbuhnya.
 
Sambung Maryoto yang juga Wakil Ketua II KONI Bali ini, di series tersebut, di fokuskan di nomor strooke saja. Lantas, kapan perhelatan Pra-PON itu?
 
Sebut Maryoto, PB IWbA sampai saat ini belum memberikan informasi resminya. Jadi pihaknya sudah menyiapkan sejak dini agar tidak kelabakan nantinya. Prediksi pihaknya, bisa jadi digelar di akhir tahun mendatang.
 
Lalu, seandainya Pra-PON digelar setelah atau sebelum Porprov Bali 2019, hasil manakah yang akan diutus menuju Pra-PON itu?
 
"Jadi begini, kalau Pra-PON itu sebelum porprov, maka pantauan di series itu yang kami fokuskan. Tapi, jika setelah porprov, maka hasil porprov lah yang dikirim. Tapi mengirim juara porprov itu dengan syarat, jika Pra-PON waktunya minimal sebulan setelah porprov," bebernya.
 
Minimal satu bulan setelah porprov itu, dimaksudkan Maryoto yaitu agar jawara Porprov Bali 2019 bisa recovery dan nantinya bisa disimulasikan dengan pewoodball pantauan hasil series itu. 
 
Untuk cabor woodball di ajang Pra-PON nanti mempertandingkan 10 kelas di antaranya perorangan strooke dan fairway putra-putri serta beregu strooke dan fairway putra-putri. Hanya minus ganda strooke dan fairway.