Diposting : 12 February 2019 16:08
Release - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Bali Tribune/Gubernur Koster dalam Rapat Konsultasi PKK Tingkat Provinsi Bali tahun 2019 di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Denpasar (12/2).

Bali Tribune, Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menilai peran tim penggerak PKK sangat penting dalam kesuksesan pembangunan di Bali. Salah satunya karena populasi perempuan di Bali yang mencapai 40 persen dari jumlah penduduk Bali. Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Konsultasi PKK Tingkat Provinsi Bali tahun 2019 di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Denpasar (12/2).

Karena itu Gubernur Koster berharap PKK ke depan tampil lebih baik dengan program-program yang sesuai dengan kebutuhan jaman. “Programnya agar betul-betul substantif dan sesuai kebutuhan masyarakat, bukan kegiatan rutinitas seremonial,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini. Mantan anggota DPR RI ini meminta TP PKK turun langsung ke masyarakat agar bisa dirasakan oleh masyarakat.

Secara organisasi, Gubernur selaku Ketua Dewan Pembina TP PKK Provinsi Bali berharap TP PKK benar-benar menyusun program kegiatannya sesuai dengan visi misi organisasi dan bukan sekedar menjalankan kegiatan yang ada di dinas. “Selama ini terbalik, yang bikin program dinas yang menjalankan PKK. Jangan PKK menjalankan program dinas,” ujar Koster. Pola ini diharapkannya diikuti oleh seluruh TP PKK di Kabupaten/Kota di Bali.

Koster juga memuji program HATINYA PKK yang menurutnya tepat sasaran. Ia mengaku tak segan menambah anggaran jika program ini terlaksana dengan baik.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster berharap melalui program HATINYA PKK bisa mengembalikan natah di rumah-rumah orang Bali menjadi pekarangan hijau yang bermanfaat. “Besar harapan kami natah Bali ijo royo-royo sehingga mengurangi pengeluaran masyarakat dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya saat memimpin Rapat Konsultasi.

Sebagai langkah awal TP PKK Provinsi Bali diharapkan dapat membantu mensukseskan program Pemprov Bali dengan mensosialisasikan beberapa peraturan yang telah dibuat seperti peraturan tentang busana adat Bali, penggunaan aksara dan bahasa Bali, pembatasan timbulan sampah plastik dan pemanfaatan produk lokal untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kertih Loka Bali.(ksm)