Bali Tribune, Senin 21 Mei 2018
Diposting : 2 December 2017 12:30
Arief Wibisono - Bali Tribune
BNI
Keterangan Gambar: 
I Gede Arya Lesmana Surya

BALI TRIBUNE - Setelah sukses melakukan terobosan melalui “UnikQu” kali ini BNI akan kembali meluncurkan YAP yang merupakan produk inovasi dalam memudahkan konsumen melakukan transaksi.”Kalau tidak ada aral melintang rencananya pertengahan Desember akan kita luncurkan “YAP” dan sudah bisa diinstal melalui playstore,” jelas Manager Card dan Merchant Business BNI Denpasar, I Gede Arya Lesmana Surya, di Denpasar, Kamis (30/11).

Dijelaskan, YAP cara pembayaran cashless yang menggunakan kecanggihan smartphone minimal android 5. Diakui Arya aplikasi ini merupakan aplikasi modern yang pertama yang menggunakan tiga sumber dana. “Pertama bersumber pada kartu debit, kartu kredit, dan UnikQu. Semua terintegrasi dalam satu sistem. Dan perlu dicatat penggunaannya pun sangat mudah,” paparnya.

Melalui sistem YAP dikatakan ada yang statis dan dinamis. Kalau yang statis begitu transaksi akan keluar struk belanja seperti di mall ataupun swalayan. “Tapi yang dinamis bisa dimana saja tanpa ada ada struk cukup tampilan d ilayar monitor handphone saja. Contohnya kalau ada pedagang bakso yang memiliki stiker semacam barcode maka cukup ditempelkan maka akan tampak di layar nilai transaksinya. Mudah dan efisien,” sebut Arya.

Layanan baru ini, kata dia, memberikan pilihan bagi konsumen mana yang lebih disukai, namun paling tidak melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) menyadarkan masyarakat dalam memberikan kemudahan bertransaksi yang aman dan efisien. Inovasi produk layanan menurut Arya sejalan dengan arahan pemerintah dan regulator Bank Indonesia secara bertahap BNI mendukung program cashless.

Menurutnya, masyarakat harus memahami begitu banyak manfaat yang bisa dipetik dari berlakunya cashless ini. Pasalnya, anggaran untuk mencetak uang, menarik uang edisi lama, serta pemusnahannya memerlukan dan yang tidak sedikit. “Minimal dengan adanya GNNT atau cashless bisa menekan biaya biaya tersebut, masyarakat bisa lebih efisien tanpa harus repot repot memegang uang tunai dalam jumlah banyak,” jelasnya.

Dijelaskan pula saat ini penggunaan Cashless tidak hanya terbatas pada level masyarakat atas, namun masyarakat menengah ke bawah pun sudah bisa menikmatinya. Kedepannya penggunaan Cashless tidak hanya bisa dijumpai pada pedagang besar seperti mall ataupun supermarket, tapi akan menyasar ke pasar pasar ataupun warung warung tradisional.

“Caranya kita akan mengedukasi mereka. Memang tidak mudah, karena mengedukasi orang orang generasi pertama cukup memakan waktu dibanding dengan generasi milenial,” ucap Arya sembari berkata merubah mindset yang biasanya memegang uang dalam bentuk fisik ke elektronifikasi perlu edukasi dan kesabaran.