Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 23 June 2017 21:23
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
Bayangkara
Keterangan Gambar: 
ZIARAH – Serangkaian HUT Bayangkara Ke-71, Kapolda Bali Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Pancaka Tirta

BALI TRIBUNE - Serangkaian HUT Bhayangkara ke 71, Kapolda Bali beserta jajarannya berziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Tabanan, Kamis (22/6). Di sela-sela kegiatan tersebut, Irjen Pol Petrus R. Golose kembali menegaskan jika di umur Bhayangkara yang ke 71 ini pihaknya masih terus berupaya mewujudkan Bali bebas dari aksi premanisme.

Kapolda menyampaikan, dalam rangkaian HUT Bhayangkara yang ke 71 ini pihaknya melakukan ziarah ke TMP Pancaka Tirta Tabanan untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raganya demi kemerdekaan bangsa. “Termasuk ada 9 pahlawan dari kepolisian yang dimakamkan di TMP Pancaka Tirta,” tegasnya.

Disamping melakukan ziarah dan tabur bunga, serangkaian acara yang membangun semangat anggota Bhayangkara juga turut dilakukan yang tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Pihaknya juga menggelar sejumlah lomba yang berhubungan dengan teknis pembinaan profesi kepolisian yang diharapkan dapat meningkatkan keprofesionalan para anggota Bhayangkara. “Tentunya dalam situasi sekarang ini yang banyak muncul isu-isu kebangsaan, dan bagaimana kita memunculkan hal-hal yang heroik,” imbuh Irjen Pol Golose.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya sedang fokus untuk pengamanan arus mudik, namun ia berpesan kepada seluruh anggota korps baju cokelat itu untuk tidak hanya memastikan situasi arus mudik dari Bali keluar Bali, namun juga harus tetap memastikan situasi kedatangan turis lokal maupun wisatawan mancanegara yang datang ke Bali. “Selain fokus pada arus mudik keluar Bali, kita juga harus ingat bahwa banyak sekali peningkata turin lokal dalam negeri atau wisatawan mancanegara yang datang ke Bali untuk berlibur atau lainnya. Intinya yang berangkat mudik selamat, balik juga selamat,” tegasnya.

Poin paling penting dalam peringatan HUT Bhayangkara ke 71 ini, adalah bagaimana anggota Bhayangkara berusaha lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. “Kita terus berupaya agar tidak ada premanisme di Bali,” tegasnya.