Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tim Gabungan Sidak WNA - Temukan WN Korsel Buka Bisnis

Korea Selatan
SIDAK WNA - Tim gabungan melakukan pemantauan terhadap warga negara asing di Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Selasa (18/7). Tim menemukan warga negara Korea Selatan melakukan bisnis ekspor mebel (furniture).

BALI TRIBUNE - Tim gabungan dari unsur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Denpasar, Kantor Imigrasi, TNI, dan Polri melakukan pemantauan terhadap warga negara asing (WNA) di Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Selasa (18/7). Pemantauan dilakukan untuk memastikan keberadaan WNA dan menertibkan dokumen izin tinggal yang dimiliki mereka.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik I Gusti Agung Putera Dhyana, yang didampingi Kepala Bidang Penanganan Konflik, Kesbangpol Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gde Arisudana, mengatakan pemantauan yang dilakukan untuk mengecek keberadaan WNA di wilayah Kota Denpasar. Dalam pemantauan kali ini pihaknya menyasar WNA di Denpasar Timur yakni di Desa Kesiman Petilan dan Kelurahan Penatih.

"Kami bersama tim gabungan turun ke lapangan guna melakukan pengecekan dokumen bagi WNA yang tinggal di wilayah Denpasar. Jadi, langkah pemantauan terhadap WNA guna menertibkan dokumen mereka sebagai persyaratan untuk tinggal di Bali, khususnya di Denpasar. Untuk itu dalam tim gabungan ini melibatkan unsur imigrasi yang akan langsung melakukan tindakan apabila ditemui adanya penyalahgunaan izin tinggal," ujar Putera Dhyana.

Dikatakan, dalam pemantauan tersebut, pihaknya tidak menemukan adanya WNA yang tidak mengantongi izin tinggal. Hanya saja ditemukan salah satu  warga negara Korea Selatan yang melakukan bisnis ekspor mebel (furniture). Dari keterangan yang bersangkutan menyatakan bahwa izin usaha mebel tersebut masih dalam proses. 

"Dari surat-surat izin tinggal mereka masih tetap berlaku. Namun untuk izin usaha yang dilakukan masih dalam proses. Untuk  itu tim tidak bisa melakukan tindakan karena izinnya sedang proses," ujarnya. 

Sementara untuk pemantauan WNA di Kelurahan Penatih, kata Putera Dhyana, tim WNA menemukan warga asing asal Jerman yang tinggal menetap di wilayah tersebut. Namun saat tim ingin bertemu dengan WNA tersebut, ternyata yang bersangkutan tidak mau ditemui. Alasannya bahwa WNA tersebut telah melapor diri secara rutin pada Imigrasi.

Terkait hal tersebut Kepala Bidang Penanganan Konflik, Kesbangpol Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gde Arisudana mengatakan telah melakukan koordinasi dengan pihak kaling. "Menurut kaling setempat WNA asal Jerman ini telah rutin melakukan lapor diri pada lingkungan," ujarnya.

Sementara Kepala Lingkungan Banjar Kedaton Nyoman Kondra mengatakan saat ini di wilayahnya terdapat 15 WNA yang tinggal menetap. Sebanyak 15 WNA tersebut telah melakukan pelaporan diri sesuai dengan ketentuan. Sedangkan untuk izin usaha yang dilaksanakan WN Korea Selatan, Kondra mengaku sudah lama mengurus izin usaha tersebut. Namun pihaknya belum mengetahui apakah izin tersebut sudah selesai atau belum. "Kami berharap semua ketentuan yang berlaku untuk WNA agar ditaati. Sehingga WNA yang ada di wilayah ini dapat tinggal dengan nyaman," tandasnya.

wartawan
I Wayan Sudarsana
Category

Akses Vital Putus, Dewan Bangli Desak Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Penatahan - Juuk Bali

balitribune.co.id | Bangli - Anggota komisi III DPRD Bangli melakukan monitoring ruas jalan di Kecamatan Susut yang terdampak bencana dan belum mendapat tindak lanjut penanganan atau perbaikan dari pemerintah pada Kamis (15/1). 

Baca Selengkapnya icon click

Puluhan Sapi Positif LSD, Jembrana Berlakukan Karantina Ternak

balitribune.co.id | Negara - Wabah penyakit kulit berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD) menghantui sektor peternakan sapi di Kabupaten Jembrana. Setelah hasil uji laboratorium memastikan puluhan ternak sapi terjangkit penyakit menular tersebut, di Jembrana diberlakukan lockdown ternak serta tindakan darurat untuk mencegah meluasnya penularan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rugikan Pemilik hingga Rp1 Miliar, Begini Kondisi Kandang Ayam yang Terbakar di Blahkiuh

balitribune.co.id | Mangupura - Sebuah kandang ayam di Banjar Pikah, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, terbakar pada Selasa (13/1/2026) pukul 03.00 Wita. Tidak ada korban jiwa. Namun, kebakaran ini menyebabkan18 ribu ayam boiler hangus terpanggang. Akibat musibah tersebut, pemilik atas nama I Ketut Miasa mengalami kerugian materi hingga Rp1 miliar.

Baca Selengkapnya icon click

PascaAbrasi, Pemkab Badung Tata Pasir Pantai Kuta

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa bergerak menyikapi kondisi Pantai Kuta yang compang camping akibat abrasi. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Badung, langkah penataan pasir mulai dilakukan sejak Selasa (13/1) lalu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Otomatisasi Peningkatan Video dengan Musik Menggunakan AI Ubah Foto Menjadi Video

balitribune.co.id | Media digital telah digantikan oleh video yang lebih baik di mana musik digunakan untuk menceritakan sebuah cerita. Gambar diam tidak seapik gambar bergerak yang disertai efek suara dan ritme bagi audiens. Musik memberikan titik referensi emosional, yang membawa audiens melalui sebuah cerita, meningkatkan retensi dan peluang berbagi.

Baca Selengkapnya icon click

Danau Beratan Mendadak Keruh dan Penuh Sampah Kayu

balitribune.co.id | Tabanan – Air danau Beratan yang ada di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, belakangan ini mendadak keruh dan di beberapa tepiannya dipenuhi sampah kayu. Kondisi ini diperkirakan terjadi sejak beberapa hari terakhiri ini akibat hujan deras di wilayah Baturiti dan sekitarnya. Bahkan, kondisi ini diabadikan dalam potongan video yang diunggah pada platform media sosial.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.