balitribune.co.id | Gianyar - Tidak hanya dalam kondisi kedaruratan, urusan tangkap tokek pun, warga mengandalkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Gianyar. Syukurnya, petugas gerak cepat ini tak pilih-pilih pelayanan, bersarang di dalam AC, selusin tokek pun berhasil dievakuasi di rumah warga Banjar Bungsu, Desa Singapadu, Sukawati.
Kabid Dinas Pemadam Kebakaran Gianyar, I Putu Pradana, Kamis (8/1/2025) membenarkan jika jajarannya sempat mengevakuasi belasan tokek, Rabu (7/1/2025) siang. Pihaknya dihubungi via telepon oleh warga yang tinggal di komplek perumahan di wilayah Banjar Bungsu, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati. Bukan pelaporan kebakaran, warga tersebut meminta bantuan untuk mengevakuasi tokek yang bersarang di AC kamar. "Jadi, kemarin warga menelepon kami meminta tolong untuk mengevakuasi tokek," ujarnya.
Laporan tersebut pun langsung ditindaklanjuti oleh Peleton 3, regu 2 Pos Damkar Sukawati. Terdiri dari Komandan Regu (Danru), Cokorda Oka Indrawan, sopir, I Gde Astayoga dan anggota I Putu Agus Yudiatmika. Sebagai instansi pemerintahan, pihaknya mengaku berusaha ke lokasi untuk melakukan penanganan. Bukan hanya masalah kebakaran. Namun hal-hal lainnya yang tergolong unik. Salah satunya mengevaluasi tokek yang bersarang di AC. "Pemilik rumah mengaku terusik dengan keberadaan tokek tersebut, apalagi sampai masuk AC. Suaranya dirasakan menggangu karena ada di dalam kamar dalam jumlah banyak," ujar Cok Oka.
Cok Oka mengatakan saat proses evakuasi, dirinya pun sempat mengalami kendala, terutama dalam membuka AC, karena sebelumnya tidak pernah membuka AC model demikian. "Kami sampai mencari tutorial di Youtube, karena sebelumnya tidak pernah buka AC seperti itu," ujarnya. Setelah AC berhasil dibuka, pihaknya pun menemukan tokek dengan jumlah banyak di dalam AC, dengan total 11 ekor. "Jumlah tokeknya memang banyak, dan telah berhasil kami evakuasi," ujarnya.
Kabid Dinas Pemadam Kebakaran Gianyar I Putu Pradana mengatakan bahwa pihaknya selalu menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Selain evakuasi tokek ini, pihaknya juga kerap menangani laporan di luar kebakaran lainnya, seperti melepas cincin, menangkap ular hingga selamatkan burung yang terlilit tali layangan.
Diakui, pihaknya sering menangani kejadian non-kebakaran karena perannya telah berkembang. Selain itu, pihaknya juga menjadi bagian penting dari tanggap darurat secara umum. Sehingga implemetasinya ada perluasan fungsi tugas. Diantaranya, penyelamatan atau evakuasi hewan hingga pelepasan cincin. Karena itupula pihaknya melengkapi peralatan untuk penangannya. "Petugas damkar siaga 24 jam, sehingga masyarakat atau instansi lain cenderung meminta bantuan ke kami. Dan kami wajib melayani. Tugas ini berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan dinamika kondisi darurat di lapangan," terangnya singkat.