balitribune.co.id | Denpasar - Setelah dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali lantaran sakit, bos gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Jalan Pemelisan, Banjar Suwung Batan Kendal, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan (Densel) berinisial NN (54) akhirnya ditahan polisi. Itu setelah ia menghadiri panggilan penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali, Selasa (13/1/2026). Setelah menjalani pemeriksaan secara maraton dari pagi, selesai pemeriksaan pada sore hari ia digiring ke sel tahanan. Kepastian ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy.
"Sudah ditahan kemarin.sore," jawabnya saat dikonfirmasi Bali Tribune.
Sementara sumber Bali Tribune lainnya mengatakan, bahwa NN belum ditahan lantaran masih sakit dan dirawat di Rumah Sakit. Namun sakit apa dan Rumah Sakit mana tidak disebutkan. "Infonya, bos (NN - red) masih sakit, kok bisa ditahan?," katanya.
Diberitakan sebelumnya, dari penggerebekan itu dan setelah dilakukan pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka masing - masing berinisial NN (54) beserta empat orang bawahannya MA (48), ND (44(, AG (38), dan ED (26). Namun saat itu, hanya ND dan AG yang ditahan penyidik. Sementara NN, MA dan ED belum menghadiri panggilan yang dilayangkan oleh penyidik.
"Tiga tersangka lainnya kami sudah panggil untuk ke dua kalinya, karena panggilan pertama mereka tidak hadir, NN dan MA tidak hadir karena alasan sakit, sedangkan ED tidak hadir tanpa memberikan keterangan yang jelas. Saat panggilan kedua nanti, setelah pemeriksaan kami akan langsung lakukan penahanan," ungkap Direktur Reskrimsus Polda Bali saat itu, Kombes Pol Teguh Widodo.
Pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan yang dilakukan Subdti IV Ditreskrimsus terkait adanya dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi pemerintah di sebuah gudang kawasan Jalan Pemelisan, Jumat, 12 Desember 2025. Setelah melalui pengumpulan bahan keterangan, petugas melihat sebuah mobil Isuzu Phanter yang melintas muju TKP, sekitar pukul 17.00 WITA. Polisi langsung mencegat mobil itu untuk mengecek dan memeriksa sopir yaitu ED. Kendaraan tersebut didapati sudah dimodifikasi dengan manambahkan tangki untuk membawa solar.
"ED mengakui mobil itu dipakai mengangkut solar yang didapat dengan cara membeli berkeliling SPBU Pertamina di seputaran Denpasar dan Badung untuk dikirim ke gudang," kata Widodo dalam jumpa wartawan di lokasi kejadian, Rabu (30/12/2025).
Selanjutnya petugas bersama ED memasuki TKP dan menemukan adanya solar sebanyak 9.900 liter. Terdapat juga berbagai kendaraan, seperti tiga unit truk tangki pengangkut BBM kapasitas 5000 liter yang salah satunya berisikan solar. Ditemukan pula enam tandon penyimpanan minyak dengan masing-masing kapasitas 1000 liter. Polisi mengamankan lima orang untuk dimintai keterangan. Tetapi, mereka sempat dipulangkan karena masih status saksi dan setelah itu dilakukan pemanggilan, terutama terhadap pemilik gudang yaitu NN. Berikutnya dilakukan penetapan tersangka terhadap lima orang termasuk ED.
"Dari lima tersangka ini, NN itu merupakan pemilik daripada gudang dan penanggungjawab penuh, juga sebagai pendana, empat orang lainnya adalah karyawan," terangnya.