balitribune.co.id | Mangupura - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali memulai era baru dengan ditandai terbentuknya struktur kepengurusan baru partai tersebut dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Bali.
Para punggawa partai berlambang Gajah itu bertempat di Kuta, Badung, Sabtu (25/1 ) secara resmi dilantik oleh Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep. Para pengurus yang dilantik meliputi pengurus DPW dan DPD PSI se-Bali. I Wayan Suyasa, mantan Ketua DPD Golkar Badung dipercaya memimpin PSI Bali.
Ia tak sendiri, sederet politisi senior dari pentolan partai-partai besar di Bali ikut bergabung dibarisan mantan Wakil Ketua DPRD Badung yang juga mantan Cabup Badung itu.
Dalam acara pelantikan itu,, Kaesang menyerahkan pataka partai sebagai simbol amanah kepada kepengurusan baru dan meminta mereka memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menyoroti latar belakang beragam para pengurus yang berasal dari berbagai partai politik.
“Saya melantik saudara sekalian sebagai pengurus DPW dan DPD PSI se-Bali, saya serahkan pataka ini, ketua, saya titip PSI di Pulau Bali,” ujar Kaesang Pangarep.
Meskipun PSI saat ini belum sebesar partai-partai lain secara elektoral di Bali, kontribusi dan kerja nyata harus menjadi pembeda utama. Kaesang optimistis PSI Bali dapat melampaui target posisi keempat pada Pemilu 2029.
"Mungkin kita belum ada di parlemen, di Bali provinsi baru punya satu kader, di kabupaten/kota empat, tapi tidak masalah yang penting hati kita buat Bali selalu berikan yang terbaik, Bali harus jadi tempat yang baik untuk memelihara gajah,” katanya.
Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI, menilai peluang PSI Bali untuk meloloskan kader ke DPR RI pada Pemilu 2029 terbuka lebar jika konsolidasi internal solid dan menghormati nilai-nilai lokal.
"Persoalan adat istiadat ini saya minta khusus dijaga jangan terjadi kesalahpahaman sejak awal, ini sangat mudah untuk kita di bully di media sosial, jadi jangan paling tahu, karena di Bali ada partai yang begitu kuat mengakar karena merawat itu,” timpal Ahmad Ali.
Sementara I Wayan Suyasa, yang memimpin DPW PSI Bali, menyatakan komitmennya untuk membawa PSI meraih kemenangan pada Pemilu 2029 dengan persatuan dan kerja sama seluruh jajaran pengurus.
“Kalau di Bali kita bicara puputan, artinya kita bersiap mati, ada bahasa sing menang sing jerih artinya sebelum menang kita tidak akan menyerah untuk bertanding, melawan teman-teman yang ada di partai lain,” kata Suyasa.
Mantan Ketua DPD Golkar Badung ini menegaskan bahwa kekompakan seluruh elemen PSI untuk mengetuk hati rakyat sangat penting untuk mendulang suara masyarakat Bali.
“Kami optimis PSI bisa masuk empat besar partai di Bali,” tegas politisi asal Penarungan Mengwi ini.
Selain itu pihaknya juga menargetkan bisa membentuk satu fraksi utuh di setiap kabupaten/kota dan provinsi. Kemudian membidik satu kursi DPR RI dari Bapil Bali.
"Kami siap menyambut kontestasi politik tahun 2029," tukasnya.
Sementara itu adapun deretan tokoh-tokoh senior dari partai besar di Bali yang secara resmi bergabung ke PSI Bali diantaranya I Putu Alit Yandinata (mantan kader PDIP), Made Edi Wirawan (mantan kader PDIP dan mantan Wakil Bupati Tabanan), dan I Ketut Badra (eks Ketua Fraksi Golkar).
Banyaknya kader partai besar yang merapat ke PSI ini bahkan diapresiasi Kaesan Pangarep. Putra bungsu Presiden ke 7, Jokowi, ini bahkan sempat goyun dengan menyentil nama Ketum Golkar Bahlil Lahdia karena kader beringin banyak berlabuh ke PSI.
"Izin Pak Ketum, kader-kadernya merapat ke PSI," kata Kaesang.
Kaesang optimis PSI bisa membentuk satu fraksi utuh di DPRD Bali pada Pemilu 2029. "Semuanya nggak ada yang tahu. Bisa jadi 2029 kita tiba-tiba jadi nomor satu di sini," katanya.
Rakorwil ini juga dihadiri elite DPP PSI, seperti Grace Natalie, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Ahmad Ali, dan Raja Juli Antoni.