Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BI Sambut Baik Implementasi Sistem E-Parking di Tabanan

LAUNCHING - Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran, Pungky Purnomo Wibowo, Bupati Tabanan, Eka Wirastuti, dan Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana (Kiri-Kanan) saat launching e-parkir di Tabanan, Kamis (28/6).

BALI TRIBUNE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali menyambut baik implementasi e-Parking (Elektronifikasi Pembayaran Parkir) di Kabupaten Tabanan. Elektronifikasi adalah suatu upaya untuk merubah cara pembayaran dari manual (tunai) menjadi elektronis (non tunai), dengan cara menempelkan Uang Elektronik pada Terminal Parkir Elektronik (TPE) yang ditempatkan di beberapa titik parkir. Sejak pencanangan GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) oleh Pemerintah dan Bank Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2014, BI semakin gencar mendorong perluasan penggunaan transaksi non tunai ke berbagai transaksi masyarakat dan Pemerintah Daerah melalui program Elektronifikasi Pembayaran. Salah satu wujud nyata hal tersebut adalah langkah Pemerintah Kabupaten Tabanan yang mengimplementasikan sistem pembayaran parkir secara elektronik (e-Parking). Bertempat di Kota Tabanan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan mulai memberlakukan sistem e-Parking di sejumlah kawasan di wilayah Kabupaten Tabanan. Lokasi e-Parking meliputi parkir di tepi jalan umum (on street) dan pelataran parkir (off street) di Kabupaten Tabanan. Pembayaran parkir menggunakan uang elektronik multibank dari 6 bank yakni e-money dari Bank Mandiri, TapCash dari Bank BNI, Brizzi dari Bank BRI, Flazz dari BCA, e-money Blink dari BTN, dan e-money BPD dari Bank BPD Bali. "KPw BI Provinsi Bali meyakini keberhasilan Pemerintah Kabupaten Tabanan melakukan elektronifikasi pembayaran parkir (e-parking) akan menjadi contoh dan role model yang membuat daerah-daerah lain khususnya di Kawasan Timur Indonesia dapat mempelajari dan mengikutinya," ujar Kepala KPw BI Bali Causa Iman Karana (CIK) saat launching e-Parking di Tabanan, Kamis (28/6). Launching juga dihadari Bupati Tabanan Eka Wiryastuti dan sejumlah pejabat terkait. Dijelaskan implementasi e-parking dengan Uang Elektronik pada Terminal Parkir Elektronik (TPE) di Tabanan ini merupakan yang pertama kali dan menjadi satu-satunya daerah di luar Pulau Jawa yang telah mengimplementasikan pembayaran parkir pada TPE dengan uang elektronik dari perbankan. Implementasi e-Parking akan membawa manfaat yang cukup besar, baik bagi masyarakat (pengguna jasa parkir) maupun bagi Pemerintah. Bagi masyarakat, manfaat e-Parking di antaranya adanya kejelasan bukti pembayaran, tarif yang jelas, dan jumlah yang dibayar akurat sesuai dengan tarif resmi. Selain itu, tambah Causa Iman Karana yang akrab disapa CIK ini, proses transaksi juga lebih praktis dan nyaman karena tidak diperlukan waktu tambahan untuk menghitung uang, serta tidak ada uang kembalian maupun resiko uang terjatuh. "Bagi Pemerintah, e-Parking dengan uang elektronik ini akan menurunkan paling tidak 4 resiko, yaitu resiko fraud khususnya kebocoran retribusi karena masih ada proses manual yang dilakukan oleh manusia, resiko kesalahan penghitungan penerimaan dan pengembalian, resiko penerimaan uang palsu dan resiko keamanan sewaktu pengumpulan uang tunai," tukasnya. Di samping itu, e-Parking juga akan mengurangi biaya operasional pengelolaan uang tunai (cash handling) dan potensi praktek pungli. E-Parking juga dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dan kualitas data serta layanan parkir. Selain beberapa manfaat tersebut, tambah CIK e-Parking juga sudah terbukti meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Program e-Parking ini sejalan dengan GNNT dan mendukung terciptanya Less Cash Society. Oleh karena itu, KPw BI Provinsi Bali secara khusus memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bupati Tabanan atas peran sertanya dalam menyukseskan GNNT melalui e-Parking tersebut," pungkasnya.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Bencana di Bangli, Dewan Ingatkan Pemerintah Selektif Salurkan Bantuan

balitribune.co.id | Bangli - Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menyebabkan terjadi musibah bencana di beberapa titik. Kondisi ini mendapat perhatian kalangan DPRD Bangli. Salah satu anggota DPRD Bangli, I Nyoman Kartika, mengingatkan pemerintah daerah harus berhati-hati dalam menyalurkan bantuan pascabencana. Politisi Partai Golkar ini meminta pemerintah harus memastikan kerusakan yang terjadi. 

Baca Selengkapnya icon click

Geger 'Transfer' Direksi, Bos Perumda Tabanan Kini Duduki Kursi Utama Perumda Pasar MGS Badung

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa telah memutuskan Kompiang Gede Pasek Wedha sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung bersama I Made Anjol Wiguna sebagai direktur umum.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pariwisata Bali Harus Mampu Sikapi Perubahan Pasar

balitribune.co.id | Mangupura - Bali Villa Association (BVA) bersama Control Union Indonesia, lembaga sertifikasi independen berstandar global, menggelar talkshow Sustainability for Every Stay bertajuk “Building Future Ready Villas Through Sustainable Hospitality” di Seminyak, Kabupaten Badung, Jumat (23/1). Kegiatan ini membahas tren pariwisata terkini serta pentingnya sertifikasi keberlanjutan bagi akomodasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kisah Agen Wijaya Group dari Toko Pulsa ke Agen BRILink

balitribune.co.id | Denpasar - Sebuah toko produk digital (pulsa) di kawasan Kediri, Tabanan kini menjadi tumpuan layanan keuangan warga sekitar. Berawal dari pemberian fasilitas perbankan, I Putu Ananta Wijaya, pemilik Agen BRILink Wijaya Group berhasil mengembangkan usaha produk digital sekaligus menghidupi keluarga melalui kemitraan dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Baca Selengkapnya icon click

Pengurus PHRI Bali 2025-2030 Dikukuhkan, Sekda Dewa Indra Tekankan Kolaborasi Hadapi Tantangan Pariwisata

balitribune.co.id | Denpasar - Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menegaskan bahwa sektor pariwisata Bali saat ini menghadapi berbagai tantangan, baik yang bersumber dari faktor internal maupun eksternal. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak dapat dihadapi secara parsial, melainkan memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri pariwisata.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.