Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Buka Lalu Lintas Ternak, Pangdam Minta DPRD Bali Dorong Pemprov Bali Segera Berkomunikasi dengan Pusat

Bali Tribune / Audensi Komisi II DPRD Bali bersama Asosiasi Pengusaha Daging dan Hewan Ternak (Aspednak) Provinsi Bali ke Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto, Senin (22/8).
balitribune.co.id | Denpasar - Meskipun kini Bali pada posisi zona hijau kasus PMK, namun lalu lintas ternak belum dibuka. Desakan dibukanya lalu lintas ternak datang dari peternak dan masyarakat agar pengiriman ternak ke luar Bali mulai dipikirkan kembali. Pasalnya, ini menyangkut perekonomian. Namun di sisi lain, Bali menjadi tuan rumah puncak perhelatan G20 pada Nopember 2022 mendatang. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto mengaku sangat merasakan "jeritan" peternak menyusul belum dibukanya pengiriman ternak ke luar Bali. Pangdam mengatakan perlu ada jalan tengah karena di satu sisi harus ada kesamaan visi misi semua pihak untuk menyukseskan hajatan internasional tersebut.
 
"Sebenarnya kini Bali sudah zona hijau kasus PMK. Hanya saja membutuhkan komunikasi ke pusat melalui pemerintah. Pemerintah Daerah lah yang berbicara kepada Menko Marinvest, Menteri Pertanian," ujar Mayjen Sonny Aprianto, saat menerima audensi Komisi II DPRD Bali bersama Asosiasi Pengusaha Daging dan Hewan Ternak (Aspednak) Provinsi Bali, ruang kerjanya, Senin (22/8).
 
Pangdam menyarankan DPRD Bali mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk segera berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Pangdam mengatakan kasus PMK di Bali sempat 525 kasus. Namun kini sudah tidak ada kasus PMK lagi setelah sempat dilockdown. Apabila pemerintah pusat sudah membuka pengiriman dari Bali, Pangdam mengaku siap mendukung.
 
"Kalau sudah dibuka oleh pusat, kami siap mengawal pengiriman. Sampai pengiriman kandang ternak pun kami siap kawal," katanya disambut antusias Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi bersama anggota Tjokorda Gede Agung dan IGAB Suryadana serta Ketua Aspednak Bali Made Rai Sukarya.
 
Ketikpastian dibukanya pengiriman ternak ke luar Bali akibat merebaknya kasus PMK menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Bali dan Aspednak Bali. Kresna Budi mengatakan kini Bali sudah tidak ada kasus PMK. Namun pengiriman ternak ke luar Bali belum dibuka. Menurutnya hal ini jangan lama berlangsung terlalu lama yang akan mematikan peternak itu sendiri. Pasalnya, peternak membeli pakan yang tidak sedikit. Kalau tidak dikirim, ternak akan kelebihan berat sehingga nilai jual juga rendah disamping sangat berisiko.
 
"Salah satu fungsi pemerintah adalah apabila menerapkan aturan pasti ada solusi. Namun ini ngga dikasi solusi. Jangan ada aturan justru membunuh rakyat sendiri. Padahal ternak yang dikirim besoknya akan dipotong. Jadi tidak ada masalah terhadap pengiriman," jelasnya.
 
Kresna Budi mengatakan keluhan peternak dan masyarakat adalah pertama, pemerintah pusat belum membuka pengiriman ke luar Bali. Kedua, solusi terbaik yang cepat.
 
"Kalau menunggu dalam ketidakpastian, pusat kan tidak merasakan rakyat dibawah," tegasnya.
 
Pihaknya juga menginginkan G20 berjalan lancar, demikian pula pengiriman ternak juga berjalan. Begitu Bali dinyatakan tidak ada PMK, mestinya pengiriman juga dibuka.
 
"Sama halnya dengan Covid-19 yang sakit dikarantina yang sehat beraktivitas seperti biasa," demikian Kresna Budi mencontohkan.
 
Sementara Rai Sukarya mempertanyakan belum dibukanya pengiriman ternak hidup ini menyangkut dapurnya peternak. Karena kerugiannya di pakan.
 
"Hewan yang masuk boleh lah dilarang, tapi yang keluar mesti dibuka. Toh juga yang keluar ini hewan tidak sakit. Bahkan sesampai tiba di daerah tujuan, ternak langsung dipotong. PMK ini tidak menyebar ke manusia. Dan Bali saat ini dalam posisi zero case PMK," jelasnya.
 
Aspednak Bali sendiri, kata Rai Sukarya, sudah menerima tiga ribuan aduan dari peternak. Pihaknya minta pemerintah jangan tumpang tindih terkait pengiriman ternak hidup dengan daging beku ini.  Menurutnya, kalau yang hidup dilarang, mestinya daging beku juga dilarang. Jika pengiriman boleh dilakukan setelah G29, saat ini petani sudah sangat mengeluh.
 
"Mereka rugi biaya pakan miliaran rupiah. Siapa yang menanggung kerugian ini," tanya Rai seraya mengatakan kondisi ini menghambat perekonomian, padahal pemerintah daerah sendiri mengharapkan ekonomi segera menggeliat dan bangkit.
 
Rai mengatakan permintaan pasar menginginkan daging segar. Sehingga pengiriman ternak hidup lebih dibutuhkan. Rai Sukarya mengatakan Aspednak Bali siap memberi disinfektan bagi kendaraan yang dipakai mengangkut ternak berapapun jumlahnya.
wartawan
ARW
Category

Jenazah PMI Tedy Tiba di Perancak, Kabar Duka Kembali Datang dari Taiwan

Lagi, PMI Asal Jembrana Meninggal di Luar Negeri

balitribune.co.id | Negara - Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana yang meninggal di luar negeri kini bertambah lagi. Teranyar seorang PMI dilaporkan meninggal di Negara Taiwan. Sedangkan Jenazah PMI, I Komang Tedy Arsa Biantara Putra (24) yang meninggal di Amerika Selatan tiba di rumah duka di Desa Perancak pada Senin (21/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta Pimpin Acara Pelepasan ASN dan Pejabat yang Memasuki Purnabakti

balitribune.co.id | Amlapura - Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta memimpin upacara pelepasan sejumlah pejabat dan ASN di lingkungan Pemkab Karangasem yang sudah memasuki masa purnabakti atau pensiun. Kegiatan pelepasan ini dilaksanakan di Aula Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberda Daya Manusia (BKPSDM) Karangasem, Senin (21/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

ISPA Tembus 800 Kasus di Buleleng, Sekolah Mulai Terapkan Masker

balitribune.co.id | Singaraja - Penyebaran Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi perhatian di Kabupaten Buleleng. Sejumlah sekolah mulai menerapkan kebijakan penggunaan masker bagi siswa saat berada di lingkungan sekolah. Di tengah kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Buleleng juga mewaspadai peningkatan sejumlah penyakit lain, termasuk diare akut dan suspek demam tifoid.

Baca Selengkapnya icon click

Bantah Data di Media Sosial, DLH Tabanan Tegaskan Kualitas Udara Berada di Kategori Sedang

balitribune.co.id | Tabanan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai status kualitas udara daerah tersebut yang disebut masuk dalam daftar sepuluh besar kota paling berpolusi di Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Tabanan Segera Limpahkan Berkas Kasus Juwuk Legi

balitribune.co.id | Tabanan – Penyidik Satreskrim Polres Tabanan bersiap melimpahkan berkas perkara pengeroyokan pencuri ayam di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Pelimpahan tahap pertama tersebut ditargetkan rampung pada pekan ini setelah jajaran kepolisian menuntaskan seluruh rangkaian rekonstruksi atau reka ulang adegan.

Baca Selengkapnya icon click

Curi Uang di Tabanan, Dua Warga Iran Ditangkap di Kuta

balitribune.co.id | Tabanan - Tim dari Polres Tabanan menangkap dua orang warga negara Iran yang sempat mencuri uang pedagang sembako di wilayah Kecamatan Selemadeg belum lama ini. 

Kedua warga negara Iran yang saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polres Tabanan itu berinisial MB (47) dan HM (54). Keduanya ditangkap Tim Satreskrim Polres Tabanan pada sebuah penginapan di kawasan Kuta, Badung, pada Minggu (20/9/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.