Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Festival Kuliner Bali 2020 Angkat Arak Sebagai Spirit Ketujuh Dunia

Bali Tribune / Gubernur Bali saat foto bersama panitia Festival Kuliner Bali 2020

balitribune.co.id | Denpasar - Keunikan kuliner Bali dihadirkan dalam Festival Kuliner Bali (FKB) 2020 untuk pertama kalinya diselenggarakan di Bali dalam rangka perayaan HUT PDI Perjuangan yang ke-47 yang bertema Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional. 

Koordinator Festival Kuliner Bali 2020 Made Ramia Adnyana kepada awak media di Denpasar, Jumat (21/2) mengatakan, FKB 2020 adalah melestarikan dan mengembangkan kuliner tradisional Bali untuk mengembangkan inovasi pengolahan pangan sesuai dengan kearifan lokal Jana Kerti, serta bertujuan untuk melestarikan Mutiara Kuliner Khas Nusantara warisan Proklamator RI, Ir. Soekarno. "Pada FKB 2020 kami juga akan mengangkat arak Bali sebagai Spirit Ketujuh Dunia," cetusnya. 

Menurut dia, acara yang bekerja sama dengan Perempuan Sarinah kabupaten/kota, Asosiasi Kuliner (ICA BALI), GIPI, PHRI, IHGMA, dan IFBEC secara serentak diadakan di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali. Penyelenggara membuka kesempatan bagi masyarakat umum baik desa adat, Sekaa Teruna Teruni, Komunitas Kuliner, Hotel dan Restaurant serta ibu - Ibu PKK untuk berpartisipasi dalam FKB 2020 ini.

"Dan berkompetisi untuk memasak serta menyajikan masakan terbaik dari daerah masing-masing. Kami menargetkan minimal peserta 100 orang atau 5 orang tim memasak dan 2 orang pramusaji dalam 1 kelompok atau 15 stan kuliner di setiap kabupaten/kota dengan harapan akan dikunjungi minimal 1000 pengunjung di setiap Kabupaten/Kota se-Bali," jelas Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association. 

Peserta diwajibkan mengenakan pakaian adat Madya dalam festival ini, dengan durasi 3 jam yang diberikan untuk memasak, seluruh peserta berkesempatan memenangkan hadiah.

Seluruh hasil masakan harus disajikan oleh pramusaji dari masing-masing kelompok dan akan akan dinilai oleh Juri dari Indonesian Chef Association (ICA) Bali. Adapun kategori juara meliputi Juara Terbaik (Best of the Best), Juara Rasa Terbaik (The Best Taste), Juara Penyajian Terbaik (The Best Presentation) dan Juara Pelayanan Terbaik (The Best Service).

"Para peserta diharapkan benar - benar menunjukkan keahliannya di dalam mengolah masakan khas daerah masing - masing dengan mengacu kepada standar dan kualitas terbaik. Sehingga menghasilkan kuliner otentik Bali yang memiliki nilai jual dan layak dipasarkan di kancah nasional dan mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara," katanya. 

Ke depannya masakan khas tradisional ini akan terangkat statusnya dan dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. FKB 2020 ini adalah wujud nyata pelestarian masakan khas daerah sebagai warisan leluhur, supaya tidak punah dan dilupakan begitu saja seiring perkembangan zaman, hal ini selaras dengan program yang dicanangkan oleh Gubernur Bali melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk menjaga kelestarian kuliner khas Bali.

"FKB 2020 akan dibuka oleh masing-masing Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten/Kota se-Bali, sementara untuk lokasi FKB 2020 ditentukan oleh DPC partai di tempat terbuka dan nyaman yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 23 Februari 2020 pukul 09.00 - 13.00 WITA, khusus untuk di Badung akan dilakukan sore hari," sebut Ramia. 

Dewa Made Mahayadnya, Koordinator Umum HUT ke-47 PDI Perjuangan Provinsi Bali menyampaikan, FKB 2020 merupakan kearifan lokal Bali sebagai implementasi dari Tri Sakti Bung Karno berkepribadian di bidang kebudayaan dan di bidang pangan, dengan kekayaan kuliner Bali di 9 kabupaten/kota.

"Begitu juga penggunaan rempah - rempah yang tumbuh di tanah Bali ini mencerminkan bagaimana kayanya Bali sebagai warisan leluhur yang di tahun ini kami laksanakan melalui festival di 9 kabupaten/kota dimana nantinya masyarakat mengenal berbagai ragam macam kuliner Bali yang sekaligus memberikan peningkatan pendapatan masyarakat Bali di bidang kuliner," paparnya. 

Dia menambahkan di bidang industri, Gubernur Bali juga telah mengeluarkan Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi atau Destilasi Khas Bali, dimana dalam hal ini Pemerintah Provinsi Bali melindungi pembuatan arak dan brem Bali yang nyata-nyata merupakan pendapatan rumahtangga masyarakat Bali khususnya di Karangasem. 

wartawan
Ayu Eka Agustini

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.