Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kopi Bali Diminati Wisatawan sebagai Oleh-oleh

Bali Tribune / COFFFEE - Drip bag coffee yang diminati wisatawan

balitribune.co.id | Mangupura Kopi Bali masih menjadi salah satu oleh-oleh yang diburu wisatawan saat berlibur di Pulau Dewata. Hal ini yang membuat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di bidang kopi mengemas kopi Bali dalam bentuk drip bag coffee, sehingga lebih mudah dibawa dan diseduh saat bepergian. Salah seorang pelaku usaha kopi di Bali, Hartono saat ditemui  di salah satu pusat perbelanjaan di Kuta, Badung, Rabu (4/10) mengakui drip bag coffee lebih banyak dibeli wisatawan. 

"Drip bag coffee lebih mudah diseduh karena sajian kopi yang siap seduh, bisa diseduh di mana saja baik saat bepergian seperti di bandara. Turis-turis asing dan lokal suka beli drip bag coffee," katanya.

Drip bag coffee adalah bubuk kopi dimasukkan ke dalam kertas filter yang dikemas menjadi sajian kopi drip siap seduh, sehingga lebih praktis dibawa bepergian dan bisa dijadikan oleh-oleh. 

"Kopinya tanam sendiri, kita punya kebun sendiri di Pupuan Kabupaten Tabanan jenis robusta. Kopi yang dikemas drip ini sudah masuk pasar oleh-oleh," ungkap Hartono. 

Ia mengaku menekuni usaha kopi karena melihat peluang ini ketika pandemi Covid-19. Pihaknya mulai melirik usaha kopi dengan melibatkan 3 orang petani lokal, mengingat potensinya bisa masuk ke pariwisata bahkan ekspor. Pasalnya, kualitas kopi Bali sudah dikenal hingga ke kancah internasional. "Kami berinovasi membuat kopi versi wine yang dipermentasi selama 2 bulan dan bisa untuk ekspor," ujarnya. 

Hartono mengakui dari sisi pemasaran masih mengandalkan penjualan melalui online maupun ikut berpartisipasi setiap ada pameran. "Biji kopi yang kami gunakan yang sudah merah banget. Jadi berapa kilo kita butuh, segitu kita petik biji kopinya," cetus Hartono. 

Selain itu pihaknya juga memasok biji kopi ke kedai-kedai kopi di Bali. "Bali termasuk lumbung terbaik untuk kopi. Kopi adalah komoditi yang paling bagus untuk menjembatani semua industri. Peluang kopi itu besar dan menjadi sahabat di semua industri. Apalai sekarang maraknya coffee shop dengan berbagai kreativitas," imbuhnya yang mengaku sempat menekuni dunia broadcasting di salah satu televisi nasional sebelum terjun ke usaha kopi. 

Sementara itu pelaku usaha kopi lainnya yang memiliki kebun kopi di Pupuan, Tabanan, Komang Sri mengaku memulai usaha ini sejak pandemi Covid-19. Hal ini yang melatarbelakangi usaha kopinya diberi nama Warung Korona Kopi Jro Sengap. Saat pandemi, kegiatan seni budaya sempat dibatasi, sehingga melirik peluang usaha kopi. Ia pun mengemas bubuk kopi dalam bentuk drip bag supaya lebih memudahkan konsumen saat menyeduh kopi di mana saja. 

"Kami memproduksi kopi arabika dan robusta. Kalau pemasaran, kami ada warung kopi dan ikut pameran," katanya. 

wartawan
YUE
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Badung Pimpin Rapat Evaluasi ASPER PSBS

balitribune.co.id |  Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin rapat pembahasan laporan kinerja sektoral serta evaluasi Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (ASPER PSBS), bertempat Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (16/4/2026). Rapat ini diikuti oleh Kepala OPD dilingkungan Pemkab. Badung beserta Camat se-Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Digelar di Bali United Training Center Gianyar, POLIPONI Bali Menghadirkan Konser Secara Baik dan Benar

balitribune.co.id | Gianyar - Mengusung tagline “Si Paling Konser”, POLIPONI Bali hadir sebagai pagelaran musik yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman konser yang tidak hanya kuat dari sisi line-up, tetapi juga matang dalam kualitas produksi, tertata dalam pengelolaan, dan nyaman dinikmati audiens dari awal hingga akhir acara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Orangtua Wajib Memahami Kualitas Susu Formula Tidak Cukup Dinilai dari Kemasan

balitribune.co.id | Jakarta - Ditengah tingginya masalah kesehatan gigi anak di Indonesia, orangtua tidak lagi bisa memilih susu formula hanya berdasarkan klaim manfaat di bagian depan kemasan. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan 93% anak Indonesia mengalami karies gigi. Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap karies gigi, diabetes, serta risiko kesehatan jangka panjang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.