Rusak 8 Tahun lalu, Kadis PU Buleleng Sebut Refocusing Anggaran Covid-19 Jalan Tak Diperbaiki | Bali Tribune
Diposting : 29 June 2020 17:48
Khairil Anwar - Bali Tribune
Bali Tribune / PERBAIKI - Warga Dusun Kembang Sari, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt,memperbiki jalan secara swadaya yang rusak parah sejak 8 tahun lalu.
balitribune.co.id | SingarajaKeluhan warga Dusun Kembang Sari, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt soal jalan di tempat mereka yang rusak sejak 8 tahun lalu tak kunjung diperbaiki, ditanggapi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra. Dia menyebut, semua rencana prorgram pembangunan fisik untuk tahun 2020 terpaksa ditunda setelah anggaran dirasionalisasi termasuk refocusing untuk Covid-19.
 
"Semua pos anggaran terkena refocusing untuk Covid-19. Jadi semua rencana pengerjaan fisik dijadwal ulang. Kemungkinan di tahun 2021," terang Adiptha Ekaputra, Senin (29/6).
 
Menurutnya, usulan perbaikan jalan di Desa Lokapaksa sudah menjadi prioritas. Selain diusulkan melalui Musrenbang, perbaikan jalan-jalan di Desa Lokapaksa sudah masuk agenda pembangunan yang harus dilaksanakan ditahun anggaran 2020.
 
"Ya, karena covid-19 terpaksa memang kita mengalah untuk keperluan yang lebih mendesak," tandasnya.
 
Sebelumnya, warga Dusun Kembang Sari, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang dianggap tak responsif dengan keluhan mereka. Jalan milik Pemkab Buleleng itu sudah bertahun-tahun rusak parah namun pemerintah sepertinya abai. Padahal, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses ekonomi dan keluar masuk terutama untuk membawa hasil bumi kepasar. Sebagai ungkapan akumulasi kekecewaan, mereka terpaksa memperbaiki jalan sepanjang 3,5 km tersebut dengan cara dicor melalui swadaya.
 
Kepala Dusun Kembang Sari, Gusti Putu Merta, kerusakan jalan milik Pemkab Buleleng itu sudah cukup lama. Bahkan belakangan semakin parah dan nyaris tak bisa dilewati.
 
"Sejak 8 tahun lalu rusak, sering diusulkan baik melalui Musrenbang maupun dengan cara lain, namun tak pernah ditanggapi. Bupati Buleleng pernah datang kesini 5 tahun lalu saya sendiri yang membonceng, berbarengan dengan melihat jembatan jebol dan berjanji akan memperbaiki namun hingga kini tak terbukti," tandasnya