Tanpa Melihat Perbedaan Warna, 145.166 Paket Sembako Disalurkan GMT Untuk Warga Tedampak Covid-19 | Bali Tribune
Bali Tribune, Kamis 29 Oktober 2020
Diposting : 3 September 2020 17:04
Husaen SS. - Bali Tribune
Bali Tribune / Penangngungjawab GMT I Gusti Mamde Tusan saat menyerahkan ribuan paket sembako di Desa Seraya Barat, Karangasem

balitribune.co.id | Amlapura - Sejak pandemi Covid-19 mewabah pada awal Maret 2020 lalu, aktifitas perekonomian masyarakat di Karangasem nyaris lumpuh dimana banyak pasar tradisional yang akhirnya sepi pembeli dan pedagang akibat ketakutan warga terkena wabah Covid-19 yang mematikan tersebut. Tidak hanya aktifitas perekonomian masyarakat menengah kebawah di pasar yang nyaris lumpuh, aktifitas di sektor wisata di Karangasem juga lumpuh dimana banyak karyawan hotek dan restaurant yang akhirnya dirumahkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja, dan bahkan tidak sedikit yang terkena PHK.

Kondisi sulit yang tengah dihadapi oleh masyarakat Karangasem ini mengundang simpati dari Gerakan Masyarakat Terpadu (GMT), I Gusti Made Tusan selaku Penanggungjawab GMT, kemudian menyisihkan sebagian yang dia miliki untuk membeli hasil panen petani lokal di Karangasem, guna dikemas menjadi paket sembako lengkap dengan Mie Instant, dan Minyak Goreng dengan memperkirakan bantuan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan warga selama beberapa hari kedepan.

“Yang ada dalam pikiran kami saat itu, bagaimana membantu masyarakat kami di Karangasem yang terkena dampak Covid-19. Karena yang sangat dibutuhkan masyarakat saat itu adalah pemenuhan kebutuhan pangan, kita berupaya dengan apa yang kita miliki untuk membeli beras dengan memberdayakan petani lokal. Kita buat paket sembako lengkap untuk kemudian kita bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Penanggungjawab GMT, I Gusti Made Tusan kepada media ini Rabu (2/9/2020).

Ditengah makin meluasnya dampak Covid-19 yang dirasakan oleh masyarakat Karangasem, bantuan sembako dari keluarga besar GMT tersebut sangat berarti bagi masyarakat karangasem utamanya masyarakat yang kurang mampu, karena saat itu selain bantuan pangan non tunai dari pemerintah daerah, masyarakat juga terbantu oleh bantuan sembako yang disalurkan oleh para relawan GMT.

Permohonan atau usulan bantuan sembako dari masyarakat Karangasem melalui Kepala Desa, Kepala Dusun dan Klian Dadia maupun dari kelompok masyarakat mulai banyak yang masuk ke Sekretariat Relawan GMT. Puluhan ribu paket sembako kemudian disiapkan oleh GMT untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan data yang diusulkan. Untuk pendistribusian hingga pembagian sembako GMT ini, sejumlah anggota DPRD Karangasem dari sejumlah fraksi juga ikut turun membantu para relawan GMT hingga bantuan sembako tersebut benar-benar sampai ketangan masyarakat yang membutuhkan.

“Setiap harinya ada ribuan paket bantuan sembako yang disalurkan GMT kepada masyarakat yang membutuhkan. Begitu ada usulan dari Kepala Dusun, Klian Banjar, Klian Dadia atau kelompok masyarakat, itu langsung direspon cepat dan bantuan langsung disalurkan kepada masyarakat tanpa melihat warna, agama, klan atau apapun. Terpenting bantuan itu bisa segera sampai dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ucap, I Nyoman Musna Antara, anggota DPRD Karangasem asal Kecamatan Kubu yang sering ikut turun membantu membagikan bantuan sembako kepada masyarakat.

Dampak Covid-19 yang secara ekonomi hampir merata dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Karangasem, sehingga GMT hingga saat ini berupaya bagaimana bantuan sembako ini bisa dibagikan secara merata kepada seluruh Kepala Keluarga (KK) yang ada di seluruh kecamatan di Karangasem. Dimana dari data ada sebanyak 153.000 jumlah KK di Kabupaten Karangasem. Sementara sampai hari ini total bantuan yang telah disalurkan oleh semeton GMT sebanyak 145.166 paket, artinya masih ada sebanyak 7.838 KK di Karangasem yang belum tersaluri bantuan sembako dari Semeton GMT.

Lebih rinci bantuan sembako yang telah disalurkan secara merata oleh relawan Semeton GMT sejak pandemi Covid-19 terjadi masing-masing Kecamatan Kubu, 27.139 paket, Kecamatan Abang, 19.427 paket, Kecamatan Karangasem, 29.733 paket, Kecamatan Bebandem 13.862 paket, Kecamatan Manggis 17.869 paket, Kecamatan Selat 15.299 paket, Kecamatan Sidemen 8.971 paket, dan Kecamatan Rendang 12.866 paket.

“Kendati bantuan yang kami berikan nilainya tidak seberapa, namun kami bersama relawan merasa sangat bahagia bisa berbuat untuk ikut meringankan beban masyarakat Karangasem ditengah pandemi yang masih terjadi sampai saat ini,” ucap I Gusti Made Tusan, sembari mengungkapkan jika ini merupakan bagian dari tanggungjawab moralnya sebagai tokoh masyarakat dan pengusaha di Kabupaten Karangasem.

Sementara itu, menyikapi tahun ini merupakan tahun politik, selaku tokoh masyarakat Karangasem, pihaknya menghimbau kepada masyarakat Karangasem untuk bijak dan tidak mudah tergiur janji-janji politik kosong yang belum tentu terbukti.

Masyarakat merasa terbantu oleh bantuan sembako yang dibagikan relaan GMT

Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Karangasem mengaku merasa sangat terbantu oleh bantuan sembako yang dibagikan oleh relawan GMT. Diantaranya dirasakan oleh masyarakat di Desa Seraya Barat dan Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem. Betapa tidak, selain dampak Pandemi Covid-19 yang begitu sulit dirasakan, masyarakat di dua desa ini juga mengalami gagal panen, setelah puluhan hektar lahan jagung milik mereka terserang hama ulat grayat.

Merespon hal tersebut, I Gusti Made Tusan, turun langsung menyalurkkan sebanyak 1.907 paket sembako untuk warga di sembilan banjar yang ada di Desa Seraya Barat. Dimana bantuan dibagikan secara merata kepada 1.907 KK yang ada di Seraya Barat.

Ni Ketut Wartana, warga asal banjar Bungkulan, Seraya Barat, saat itu mengaku sangat terbantu dengan bantuan Sembako yang diberikan oleh GMT. Dikatakannya, hampir semua petani jagung di Desa Seraya Barat mengalami gagal panen, akibat tanamaan jagung terserang hama Ulat Grayat atau hama ulat daun.

“Jagung gagal panen pak karena diserang hama ulat. Kami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangan, nah untung ada bantuan sembako dari GMT sehingga kami bisa terbantu,” ungkapnya.

Sebanyak 1.374 paket sembako juga disalurkan relawan GMT di Desa Seraya Tengah dan Seraya Timur. Tokoh masyarakat Desa Seraya Tengah yang juga anggota DPRD dari Fraksi Golkar, I Ketut Badra, menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada GMT yang telah peduli dan secara tulus dengan dana pribadinya membantu meringankan beban masyarakatnya di Desa Seraya Tengah dan Seraya Timur, yang tengah mengalami kesulitan akibat pandemi Covid 19 dan gagal panen akibat serangan hama.

“Kami atas nama masyarakat Desa Seraya Tengah menyampaikan tehrimakasih kepada GMT. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami, karena banyak warga kami yang tida bisa bekerja karena Covid 19, dan juga mengalami kesulitan pangan akibat gagal panen jagung,” ucapnya.