Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Warga Jepang Tewas Gantung Diri

Bali Tribune/ Korban saat dievakuasi oleh petugas BPBD Kota Denpasar
balitribune.co.id | Denpasar - Aksi bunuh diri dilakukan seorang warga negara Jepang, Nobuaki (53) di room D Diva Lestari Guest House di Jalan Tukad Batanghari XII Nomor 8 Panjer, Denpasar Selatan, Senin (5/4). Korban menjerat lehernya menggunakan sehelai selendang kemudian diikat di pintu kamar mandi.
 
Menurut keterangan, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh rekannya bernama Teguh. Saat itu, Teguh datang ke TKP untuk mengecek kondisi korban dan mereka sempat ngobrol. Teguh kemudian menanyakan kondisinya serta apa sudah makan atau belum. Namun korban mengatakan tidak bisa mikir dan tidak ingin makan. 
 
"Karena korban belum makan, sehingga saksi keluar untuk membeli makanan berupa roti, susu dan buah. Tetapi saksi sempat meminta tolong kepada pegawai guest house untuk mengupaskan buah pepaya," ungkap Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan AKP Hadimastika Karsito Putro yang dikonfirmasi bali tribune.
Sepulang dari membeli makanan, Teguh langsung menuju kamar korban. Saat sampai di depan kamar, ia memangil nama korban akan tetapi tidak ada jawaban. Itu sebab, ia lalu membuka pintu dan kaget melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di depan kamar mandi. 
 
Melihat kejadian tersebut saksi langsung keluar  melaporkan kepada penjaga penginapan. Penjaga penginapan kaget saat diberitahu Teguh  sehingga mereka bersama - sama mengecek kebenarannya. 
 
"Sampai di kamar dilihatnya memang benar korban dalam keadaan tergantung di depan kamar mandi. Kemudian penjaga penginapan menelpon bosnya guna menyampaikan peristiwa tersebut. Petunjuk dari bosnya disuruh diam saja karena nanti bosnya yang menyampaikan ke polisi. Setelah mendapat laporan dari pemilik penginapan, petugas kami langsung mendatangi TKP," tutur Hadi Mastika.
 
Hasil pemeriksaan dan olah TKP kondisi korban saat ditemukan, korban gantung diri dengan mengunakan selendang warna biru yang diikat lalu dikaitkan pada pintu kamar mandi yang terkunci. Saat ditemukan korban mengenakan baju lengan panjang warna putih dan mengenakan celana panjang warna abu - abu. 
 
"Dari hasil pemeriksaan ident, tidak ditemukan ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Terdapat cairan sperma pada kemaluan korban. Murni korban bunuh diri," katanya.
 
Teguh dan korban mempunyai hubungan pertemanan yang terjalin dari 8 tahun yang lalu, dan sepengetahunannya dari tanggal 17 Maret 2021 korban mengeluh sakit kepala dan berjalan seperti orang sempoyongan. Korban menginap di lokasi kejadian sejak tanggal 27 Nopember 2019.  Sepengetahuan Teguh, korban bekerja sebagai guide dan semenjak wabah virus Corona, korban sudah tidak bekerja lagi. 
 
Semenjak bulan Maret 2021, kata Tegih, korban sempat mengeluh sakit di kepala bagian belakang dan pernah memanggil pengobatan alternatif. Bahkan, Sabtu (3/4/2021) jam 17.00 wita, setelah melakukan pengobatan tersebut korban selalu mengeluh dan mengatakan, apakah saya akan mati. 
wartawan
Bernard MB
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.