balitribune.co.id | Mangupura - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir Juli 2026, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp4,1 triliun atau rata-rata sekitar Rp730 miliar per bulan, meningkat signifikan dibandingkan rata-rata penerimaan sebelumnya yang berkisar Rp350 miliar hingga Rp400 miliar per bulan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih di Merajan Ageng Shri Nararya Kreshna Kepakisan, Desa Adat Lipah, Kecamatan Petang, Rabu (5/8).
Menurut Adi Arnawa, peningkatan PAD tidak lepas dari upaya pemerintah membenahi infrastruktur, terutama di kawasan Badung Selatan sebagai pusat pariwisata. Penataan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sehingga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan investasi.
"Kalau pariwisata bergerak naik dan investasi masuk, hasilnya akan kembali kepada masyarakat Badung melalui berbagai program pemerintah," ujarnya.
Dengan kondisi fiskal yang semakin kuat, Pemkab Badung berkomitmen memperluas berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di antaranya bantuan Hari Raya Galungan sebesar Rp2 juta per kepala keluarga, santunan kematian Rp10 juta bagi warga yang tertib administrasi kependudukan, bantuan rutin bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas, pendidikan gratis jenjang SMA/sederajat, hingga beasiswa kuliah bagi warga Badung dari keluarga berpenghasilan maksimal Rp5 juta per bulan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kebersamaan serta mendukung pembangunan daerah agar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD dapat terus berlanjut. Ia menegaskan pemerintah akan terus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Badung.
Pada kegiatan itu, Bupati turut menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk mendukung pelaksanaan Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih di Merajan Ageng Shri Nararya Kreshna Kepakisan.