Diposting : 28 January 2020 01:11
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune/ PENELITI MUDA- Peniliti muda Kota Denpasar memohon doa restu dan pamitan kepada walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Senin (27/1).
balitribune.co.id | Denpasar - Sebanyak 12 tim peneliti muda Kota Denpasar akan mengikuti kompetisi internasional dalam ajang Thailand Inventor’s Day (TID) 2020. Kegiatan yang akan diselenggarakan di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC), Bangkok, berlangsung pada 30 Januari- 9 Februari 2020. 
 
Para peserta tersebut, Senin (27/01/2020), menemui Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra di kediamannya. Kedatangan mereka untuk pamit sekaligus mohon doa restu. 
 
Koordinator Kompetensi, Ni Putu Diva Iswarani mengatakan dalam kompetensi tingkat internasional ini diikuti 12 tim dari para peneliti muda tingkat SMP dan SMA Kota Denpasar. Diantaranya dari SMAN 3 Denpasar diikuti oleh 4 tim, Forum Peneliti Remaja Kota Denpasar ada satu tim, SMP PGRI 3 Denpasar 3 tim, SMPN 3 Denpasar ada 2 tim dan SMPN 10 Denpasar 2 tim  
 
“Setiap tim akan menampilkan penelitian mereka masing-masing dan sebelum kami berkompetensi kami mohon arahan dan doa restu Bapak Walikota Denpasar,’’ ungkapnya saat audensi.
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan mengikuti kompetensi para peneliti muda dari kalangan SMP maupun SMA dapat meningkatkan pengalaman dan kemampuan siswa dalam bidang penelitian khususnya dalam kompetisi inovasi produk dan alat.
 
Salah satu peserta dari SMPN 3 Denpasar Mico Majesty Daniel Mitra mengaku dalam kompetensi ini kelompoknya akan menampilkan penelitiannya tentang masker wajah yang terbuat dari daun bayem dan ekstra kulit jeruk.
 
Sementara peserta dari SMAN 3 Denpasar I Nyoman Madyapadma mengaku dalam kompetensi ini akan menampilkan Ultilizaton Label Limbah dan Cangkang Keong Emas (Pomacea canaliculata) sebagai komposit. 
 
Menurut Wali Kota Denpasar apa yang telah dilakukan anak-anak muda ini sudah masuk dalam kreatifitas. “Ini awal mereka untuk  meraih kesuksesan dibandingan teman yang lainnya,” kata Rai Mantra.
 
Jika dalam kompetensi ini anak-anak ini bisa menang berarti ide orang Bali lebih bagus dibandingkan negara lain. “Dengan begitu berbanggalah jadi orang Bali, dan selalu bersyukur karena mendapat dukungan dari guru maupun orang tua untuk menuangkan ide kreatifitas kalian,’’ ungkap Rai Mantra.
 
Itulah sebabnya, Rai Mantra berpesan agar semua peserta mempersiapkan diri dengan baik dan fokus dalam mengikuti kompetisi bergengsi tersebut. "Jika itu sudah dilakukan niscaya akan mendapat hasil yang diharapkan," kata Rai Mantra.