Bali Tribune, Kamis 21 Juni 2018
Diposting : 3 January 2018 19:53
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
perumahan
Keterangan Gambar: 
Pande Agus Permana Widura

BALI TRIBUNE - Real Estat Indonesia (REI) Bali berharap tahun 2018 ini penyaluran rumah subsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) akan mencapai target. Hingga tahun 2017 rumah subsidi yang terealisasi dibawah 3.500 unit dari target sebanyak lima ribu unit.Ketua DPD REI Bali, Pande Agus Permana Widura, di Gianyar, akhir pekan lalu, mengatakan, peminat rumah subsidi yang berlokasi di Karangasem masih kurang. Bahkan untuk di beberapa kabupaten pembangunan rumah subsidi masih menemui kendala perizinan seperti di Kabupaten Bangli dan Klungkung. Pihaknya pun mengaku optimis target penyaluran rumah subsidi tahun 2018 ini bisa tercapai.

Menurutnya, upaya yang dilakukan dalam hal pencapaian target penyaluran FLPP tersebut yaitu melakukan pendekatan dengan bank-bank penyalur, antara lain BTN, Bank Mandiri dan Bank BNI. Selain bank-bank itu, Pande berharap bank lain bisa membantu pembiayaan untuk rumah subsidi yang merupakan program pemerintah pusat tersebut. “Salah satu faktor kami tidak bisa merealisaikan target itu, karena masih sedikit bank penyalur rumah subsidi yang ada di Bali,” katanya.

Ia pun berharap, ke depannya bank penyalur kredit rumah bersubsidi di Bali bisa bertambah. Lanjutnya, berkas perumahan subsidi dengan non subsidi juga berbeda. Berkas rumah nonsubsidi, kata dia, bisa satu berkas. Sedangkan rumah subsidi tiga berkas. Berkas-berkas tersebut akan mempengaruhi beban pekerjaan pihak bank. “Kami butuh bantuan daripada perbankan. Di lain sisi, kami juga membutuhkan support pemda dalam hal perizinan,” ujar Pande.

Dijelaskannya, harga rumah subsidi/FLPP pada 2018 pun akan naik lima persen sesuai ketentuan yang telah disetujui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kini harga FLPP di Bali yang tersebar di 4 kabupaten Rp 141,7 juta, sedangkan per 6 Januari 2018 akan naik menjadi Rp 148,5 juta.

DPD REI Bali pun akan lebih fokus menyelesaikan target rumah subsidi serta tetap memperjuangkan rencana pembangunan perumahan vertikal (apartemen). Sehingga ke depannya kebutuhan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa terpenuhi.

“Bali pulau kecil dengan pertumbuhan penduduk cukup tinggi. Sehingga semua sektor harus dijaga, bukan saja sektor pariwisata semata, tetapi juga menjaga sektor pertanian dari alih fungsi lahan. Saya tidak ingin ada alih fungsi lahan liar. Solusi yang saya lihat di Bali, adalah dengan pemukiman perumahan vertikal ini. Saya berharap dan terus mencoba mewacanakan ini ke depannya,” beber Pande.

Kepala Cabang BTN Bali, Agung Komang Tri Martha Wirawan, menyebutkan, selama 2017, perkembangan FLPP di Bali sangat pesat. Pasalnya pada tahun 2015 lalu, BTN Bali hanya membiayai 66 unit rumah FLPP. Sedangkan pada 2017 melonjak tajam mencapai 1.500 unit rumah FLPP dibiayai BTN Bali yang tersebar di Karangasem, Negara, Singaraja, dengan total sekitar 10-15 pengembang didominasi anggota REI Bali.

“Target 2017 di Bali sekitar Rp50 miliar dan BTN merealisasikan hampir Rp100 miliar atau Rp 90 miliar lebih pembiayaan (rumah subsidi). Wilayah yang dibayai paling besar adalah Singaraja. Non performing loan (NPL) BTN Bali untuk pembiayaan FLPP ini masih nol persen,” terangnya.