Diposting : 27 October 2017 21:17
I Made Darna - Bali Tribune
Bonsai
Asisten Pemerintahan dan Kesra I.B.A Yoga Segara, saat membuka Kontes Bonsai Berskala Nasional di Kabupaten Badung, Rabu (25/10) di Puspem Badung.

BALI TRIBUNE - Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Badung menggelar Kontes Bonsai Berskala Nasional di Puspem Badung. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut sekaligus memeriahkan HUT ke-8 Ibukota Kabupaten Badung, Mangupura.


Sedikitnya ada 348 peserta dari beberapa daerah di Indonesia ikut dalam kontes yang bertemakan  ‘Anggugah Shanti’ alias menciptakan kedamaian ini.


Pembina PPBI Bali, Wisnu Bawa Temaja mengatakan, ada beberapa nilai dalam bonsai. Pertama, bonsai bernilai seni budaya. Kedua bernilai edukatif kepada anak-anak dan masyarakat tentang pohon langka yang belum pernah dilihat, seperti pohon Lohansung, Sentigi, Kupak landak, dan sebagainya. Ketiga, bernilai ekonomis. “Di sini sudah ada transaksi antar penggemar dan penghobi mereka. Bahkan pada hari yang ketiga mencapai Rp 500 juta,” terangnya.
Sementara keempat, bonsai dikatakan bernilai estetika dan sebagai ajang berkumpulnya para penggemar bonsai.

Sementara itu Ketua PPBI Cabang Badung, Dewa Made Susana mengatakan, kontes tersebut dilaksanakan selama tujuh hari, yakni 22-29 Oktober 2017 di areal Parkir Timur Jaba Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung. “Adapun jumlah peserta yang ikut kontes adalah 348 orang yang berasal dari Surabaya, Bekasi, Semarang, Malang, Situbondo, Bondowoso, Madura, Sumbawa, Lombok, dan Bali,” rincinya.