Diposting : 25 April 2016 15:13
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Ni Made Pranita Sulistya Devi/Ricky Rianto saat menghadapi Enzelica/Ade Bagus di final ganda campuran taruna.

Denpasar, Bali Tribune

Pebulutangkis PON Bali asal Bangli, Ni Made Pranita Sulistya Devi mempersembahkan dua medali perak dari ajang Kejuaraan USM Flaypower National Badminton Championship 2016, di GOR USM Semarang, dan berakhir Sabtu (23/4) lalu. Perak pertama diraih di nomor tunggal taruna putri, dan perak kedua dari ganda campuran berpasangan dengan Ricky Rianto.

Di final tunggal putri, Ade—sapaan akrab Ni Made Pranita ditundukkan musuh bebuyutannya dari Mutiara Bandung, Choirunnisa dua game, sedangkan di final ganda campuran ditundukkan Enzelica/Ade Bagus dari PB Exist Badminton Club, 10-21, 21-17, dan 18-21.

 Ade melenggang ke final setelah di babak semifinal menang atas Novita (SKO Ragunan) 21-13 dan 21-19. Sementara di ganda campuran Ade/Ricky mengandaskan pasangan Ramdana/Anisa Widya (Mutiara Bandung) dengan skor 21-16 dan 24-22.

Menghadapi Choirunnisa di final, Ade seakan mencapai antiklimaks. Banyak bola-bola lob serang yang kerap mematikan lawan, saat itu tidak banyak dilakukan. Game pertama Ade asal PB Batur ini, takluk dengan meyakinkan 14-21.

Di game kedua, Ade mencoba mengeluarkan segala kemampuannya untuk mencuri game ini. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena lagi-lagi Choirunnisa begitu impresif melakukan tekanan ke sudut kiri dan kanan Ade. Game kedua ini pun dimenangkan Choirunnisa dengan 21-12.

Gagal di tunggal, ternyata berimbas pula terhadap permainannya ketika turun di ganda campuran berpasangan dengan Ricky menghadapi ganda campuran Enzelica/Ade Bagus (Exist Badminton Club Jakarta). Ade/Ricky ini sempat mencuri game kedua sehingga memaksa pertandingan dilanjutkan dengan rubber game.

Game pertama, Ade/Ricky tidak bisa berbuat banyak dan menyerah 10-21, namun berhasil membalasnya di game kedua dengan 21-17. Sayang di game penentuan seakan Ade/Ricky kehabisan stamina sehingga daya dobraknya mengendur. Mereka pun di game ketiga ini menyerah 18-21.

Wakil Ketua II Pengprov PBSI Bali, Wayan Winurjaya mengatakan, laga final tunggal taruna Putri berjalan sengit. Begitu juga di ganda campuran taruna persaingan super ketat terjadi. Pasalnya, di tunggal taruna putri kedua pembulutangkis Ade maupun Choirunnisa ingin menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Akan tetapi, lawan Ade yang mengeluarkan kemampuan yang dimiliki, sehingga mampu meraih kemenangan. Sementara di ganda campuran taruna Ade sering melakukan kesalahan mendasar sehingga lawan memanfaatkan kesalahan itu untuk meraih poin.

 “Meski gagal merebut juara pertama, namun hasil ini sudah cukup memuaskan. Mengingat Ade dan Ricky sudah berjuang sekuat tenaga sampai ke final. Namun sayang di final di tunggal maupun campuran gagal. Meski begitu PB Exist meminta Ade Pranita untuk bergabung ke timnya. Namun kami belum bisa beri jawaban, karena jika diberikan Bali tidak ada kebanggan lagi,”ungkap Winurjaya, Minggu (24/4).

Sementara Ade menyatakan, kegagalan dirinya lantaran kurang bisa menguasai lapangan. Sehingga banyak melakukan kesalahan-kesalahan kecil, dan ini dimanfaatkan dengan baik oleh lawan.

“Di tunggal memang banyak kesalahan yang tidak semestinya terjadi sehingga poin demi poin direbut lawan. Sementara di ganda campuran saya membuat kesalahan yang sama. Ke depannya saya harus lebih banyak lagi berduet dengan Ricky sehingga permainan bisa lebih kompak lagi,” kata Ade.